Jimmy porve...
21+++++++ (if you til under age please out and close quickly don't try to read it !!!)
Masih pagi sekali aku sudah bangun dari tidurku namun seperti biasa aku melihat rubby masih nyenyak dengan tidurnya, niatku memang ingin berangkat pagi-pagi sekali mengingat pekerjaanku dikantor yang banyak menumpuk Dan hari ini ada beberapa meeting ahir bulanan yang selalu di adakan sebelum pembukaan pergantiaan awal bulan, usia kadungan rubby pun sudah menginjak 2 bulan, tapi aku nampak melihat perutnya yang sudah terlihat sedikit buncit Dan menggemaskan ingin rasana berlama-lama ada disamping istriku ini walau hanya untuk menikmati wajahnya yang tengah tertidur namun masih sangat cantik dan seksy dengan gaun malam yang ia kenakan sangat tipis, panjangnya hanya seatas paha berwarna maroon. Kuselimuti tubuh seksy nya yang indah Dan tak lupa mengecup keningnya kilas ...kemudian aku langsung pergi untuk membersihlan diriku dikamar mandi, mengganti pakaian dengan setelan kemeja berwarana hitam putih yang menjadi favoritku, namun setelah menuju kamar kembali untuk menambil arlojiku yang Ku taruh dekat dengan dipan ranjang mataku membelalak sebab selimut yang aku kenakan pada rubby telah tampak acak Dan gaun tidurnya pun sudah menyingkap hingga ke pinggangnya memperlihatkan dua buah bokongnya yang berwarna putih yang terbalut underwear berbentuk segitiga dan tubuhnya mengeliat mengganti posisi tidurnya menjadi semi tengkurap 'mungkinkah dia kepanasan' batinku Dan sungguh gairahku melihat istriku sendiri demikian benar-benar merangsang begitu panas Dan degub jantungku kian terpacu, aku menelan ludahku sendiri dan mencoba membenahi bagaimana dia tidur. Tak ku sangka rubby bangun dan melihat tanganku ada dipinggangnya sambil ingin menarik gaunnya "kau seadang apa ?" Tanya rubby yang mencoba mengembalikan nyawanya dari tidur "Oh...in..ini tersingkap,aku hanya ingin membenahinya" jawabku yang sdikit gugup saat mata rubby mau menatapku, "kau mau berangkat kerja ?" Tanyanya sambil menghentikan tanganku yang berada dipinggangnya kini yang berlum beralih, aku hanya mengangguk untuk memberi jawaban kepadanya.
Tiba-tiba CUP ...aku sekilas bengong dan terdiam sejenak menkokohkan pikiran kembali, baru saja rubby dengan menggodanya mencium bibirku, wah gawat....kejantanku langsung mengembang sempurna "kau sudah berani membangunkannya biy..,kau mengodaku" Ada seburat merah diwajanya menatap Ku dan bagian celanaku yang sudah tampak tak terkontrol lagi "kalau begitu segeralah bermain masih ada...waktu 15 menit untuk memberimu jatah" kata rubby yang tampak bernafsu "aku menginginkannya" kalimatnya yang terahir langsung membiusku ku kecup ceruk lehernya,dagu hinga menghujami rubby dengan gesekan tangannku pada area keamnitaanya yang surdah Sanagat basah aku tak perduli lagi jika harus mandi untuk kedua kali juga masa bodo dengan kemeja yang sudah rapi teracak acak lagi .Ku mulai mencium bibirnya yang pink kemerahan,bawah telinganya ku hisap,turun kebawah membuka tali gaun yang menyampir di bahunya dan sekali buka langsung memperlihatkan buah d**a rubby yang besarnya tak seberapa namun sangat menggoda kuremas pelan hingga "akhhhhmmmmemmm ah..meeemmm" desahan itu keluar dari mulutnya yang tentu saja semakin membuat Ku panas tak sabar ke inti permainan, sesekali ku kulum p****g susunya ku mainkan dengan lidah ku dan tubuh rubby semakin menantangku ku angkat sedikit tubuhnya Hingga aku dapat menikmati setiap buah dadanya hingga Ku puas, rubby terus mendesah dengan nikmat dimainkan rambutku, kepalaku "ahhhh ...mmmahhhhhh ....Jim ....akahhhmeahhh" rancau desahannya tak karuan, Ku elus pahanya yang mulus, Ku mainkan klitorisnya dan memasukkan jari telunjukku ke liang kenikmatanya dan dan dia terus mendesah nikmat ketika aku melakukan aksiku dengan penuh nafsu, sejajarkan tinggi Ku dengannya dan memandang wajah rubby yang begitu sudah merah merona bak udang rebus, Ku pandangi dia intes, rubby memegang rahangku dan meciumnya "tunggu apa lagi laku-..." Kata-kata rubby terhenti ketika dengan dua kali sentakan kejantananku masuk menyibak liang surgawinya ”akhhh” geramku, aku terus mencumbu lehernya dengan di iringi genjotan oleh pinggulku yang terus menerus memasuk keluarkan dengan penuh nikmat, rubby mengalungkan tangannya dileherku dan tanganku menyangga tubuhku sendiri membatasi tubuh sebab aku tak mau calon anak Ku kenapa-kenapa. "Ahh..akhmmm...ahh....ah...jimmyyyyy ..ajimm.." Rancaunya ketika orgasmenya mau datang "ahh aku juga sayang ...kita ahhhh kita keluarkan bersama" jawabku sambil menggeram kenikmatan dan semakin menghujamkan kejatanan Ku pada liangnya cepat ,aku merasakan liangnya betkedut-kedut memanjakan batangku,seperti memijat-mijatnya Dan.... "Ahhhhh....ahhhh" ku cabut segera batangku dan ku keluarkan seperma yang putih kental meluber dia area d**a dan perutnya sedangkan rubby tubuhnya mengejang menerima kenikmatan yang baru saja ku berikan.setelah itu rubby tampak terkulai lemas namun kesadarannya masih terjaga. Namun sungguh aku benar-benar gila tak bisa mengontrol nafsuku, ketika melihat tubuh seksy rubby justru kejantannanku bangkit lagi ,melihat itu rubby malah tersenyum padaku Dan ronde ke 2 hingga 3, keintiman kami berdua nyatanya hingga berlangsung sampai siang yang tadinya hanya di setting 15 menit malah berkelanjutan sampai berjam-jam lamanya, rubby memanglah candu Ku yang membuat diriku gila, hingga mengabaikan banyak Telfon dari kantor yang pasti sekertarisku yang kelabakan menghendel semuanya. Ku peluk tubuh rubby Dan Ku kecup keningnya "besok pagi jangan menggodaku lagi...jika itu terjadi aku akan membunuhmu pelan-pelan dengan desahan diranjang" rubby hanya mendongkakan wajahnya lalu mereka terkekeh bersama.