Sirine ambulance mengiringi perjalanan Deza dan Elisa kerumah sakit.Elisa terus merintih kesakitan. "Sakit.."Ujar Elisa dengan keringat dingin yang tiada henti mengucur.Belum lagi pendarahannya yang tidak jua berhenti. "Sabar Elisa,sebentar lagi kita sampai."Deza perhatian dan panik bersamaan.Kali ini Deza benar benar tulus mengkhawatirkan Elisa.Ia merasa bersalah pada Elisa yang bisa saja kehilangan nyawanya dan bayi yang di kandungnya sekarang. Sesampainya di rumah sakit,Elisa di bawa oleh paramedis menuju UGD. Kabar duka dan tidak mengenakan harus didapat.Bayi Elisa sudah meninggal didalam kandungan dan tidak terselamatkan lagi.Elisa harus di kuret secepatnya untuk mengeluarkan si janin. "Nggak!Anak saya masih hidup.Dokter,tolong selamatkan anak saya dok.Cuma dia yang buat saya bis

