"Bian." "Kak Elisa." Bian menjenguk Elisa setelah acara pertunangannya selesai,Niko juga ikut mendampingi Bian. Elisa masih di rumahnya sendirian,tidak ada tanda tanda Deza lagi di sana.Bian dan Niko bersama menemani Elisa di ruang tamu. "Kamu yang kuat ya Elisa."Niko juga memberi semangat pada Elisa. Elisa memandang jelas di jari manis Bian dan Niko sudah tersemat cincin couple pertunangan mereka.Tersirat senyum kebahagiaan di garis bibir Elisa. "Semoga kalian berdua jodoh ya Niko,Bian." "Kalau nggak jodoh ya udah deh,minta aja foto Bian tinggal bawa ke dukun."Canda Niko asal. "Jangan jangan aku mau tunangan sama kamu karena kamu pelet ya?"Bian juga balas melempar candaan. "Au ah,gelap."Niko tidak ingin melanjutkan lagi candaan yang akan makin melantur itu. Elisa berhasil terhib
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


