Bian di bawa pulang oleh orang tuanya dan tidak diizinkan berkomunikasi dengan Deza sementara waktu setelah hari itu.
Deza dan Bian tidak bisa apa apa karena memang masih di bawah naungan orang tua mereka.
Orang tua Deza akhirnya memilih bercerai,Deza ikut tinggal bersama ayahnya.
Sedangkan Andri lebih beruntung disini,orang tuanya memilih tetap bersama dan memperbaiki hubungan.
Andri juga mulai menjalin kedekatan dengan Deza.Saudara seayah walau bukan seibu.Deza awalnya canggung dan malu,tapi lama kelamaan keluarga Andri juga menjadi keluarganya.Ia diterima dengan baik dan memaafkan ayah kandungnya.
Ibu Deza memilih menjadi teman ayah Deza saja,ia memang tidak bisa mencintai ayah Deza tapi ia tetap menyayangi Deza sama seperti sebelumnya.
Walau begitu pertemanan ayah dan ibu Deza setelah perceraian malah lebih baik di banding saat mereka bersama dulu.Keduanya lebih bisa akrab walau sebagai teman.
***
Waktu berlalu dengan Bian dan Deza yang tidak diizinkan saling mengabari.Pernah sekali,Deza mengunjungi Bian saking rindunya.
Tapi ternyata Bian dan orang tuanya sudah pindah jauh.Tidak ada yang tahu kemana mereka pindah.
Deza sangat sedih dan kecewa,untung ada Andri yang menghiburnya.
6 tahun berlalu setelahnya,Deza dan Andri mencari jalan sukses masing masing.
Andri tidak melanjutkan ke jenjang kuliah namun sukses sebagai musisi,ia mendapatkan banyak tawaran manggung off air disana sini.Media sosialnya pun banyak mendapat tawaran endorse dari berbagai khalayak.
Deza melanjutkan kuliah,ia lulus dari sebuah fakultas negeri.Deza memilih ikut dalam tes CPNS dan berhasil di terima dengan nilai dan penempatan yang baik.
Deza menjadi seorang PNS dan di tempatkan di kantor pemerintahan setempat.
***
"Wih,calon bapak gubernur apa walikota masa depan nih."Andri menyempatkan diri bertemu dengan Deza di sela jam istirahat Deza saat makan siang.
"Bisa aja,mana lawan tenar sama youtuber dan selebgram beken kayak kamu."Deza menyambut hangat kedatangan Andri di sebuah kedai kopi tidak jauh dari kantornya.
"Halah,bapak Deza makin ganteng aja pakai baju PNS gini."Andri masih membecandai Deza yang mengenakan seragam dinas itu.
"Gerah sih,tapi nggak iya juga kan aku kekantor pakai kaos apa singlet aja."
"Hahaha,gokil."Andri terkekeh pada candaan Deza.
"Banyak yang cakep nggak?Dekatin gih.Aku sama Melisa aja mau tunangan,masa kamu masih jomblo aja.Ganteng iya,mapan udah,masa iya masih sendiri,ntar dikira homo tuh."Andri rupanya sudah memiliki pujaan hati yang akan ia bawa ke jenjang serius.
"Yang cakep banyak ndry,cuma…"Deza jelas menunjukkan jika ia masih mengenang Bian.
"Bian udah nggak ada kabar beritanya,sampai kapan kamu mau nunggu coba?"
Deza tidak bisa menjawab dan hanya menyesap habis kopi yang ada di cangkirnya.
***
"Bian,kamu kenapa nolak ajakan Niko?Dia kan baik,pilot lagi."
"Nggak ah ma,Bian anggapnya teman aja."
Bian setelah 6 tahun berlalu juga sudah menjadi wanita cantik dan mapan.Bian bekerja sebagai PNS juga.
Bian juga sama masih menyimpan perasaan untuk Deza.Bian di minta dekat dengan seorang pria oleh ibunya.Pria itu bernama Niko.Niko berprofesi sebagai pilot.
Orang tua Niko juga adalah teman orang tua Bian.Bian dan keluarganya rupanya pindah ke Manado agar bisa jauh dan melupakan Deza.
Tapi memang dasarnya cinta dan jodoh,Bian tidak lama mendapat surat kepindahan tugas ke Jakarta lagi.
Ia bahkan akan berada di kantor yang sama dengan Deza tanpa ia ketahui.
"Bian kamu nggak apa apa tinggal sendirian disana?"Ibu Bian mengkhawatirkan Bian yang akan merantau jauh lagi.
"Nggak apa apa lah ma,Bian udah dewasa.Paling pulang pulang kesini udah bunting aja kali."Jawab Bian asal asalan.
Ayah dan ibu Bian semakin ketar ketir mendengar hal itu.
"Kamu sih,kenapa juga jadi PNS.Coba kerjaan lain aja,kan banyak juga lowongan lain."Keluh ayah Bian yang berat melepas puteri semata wayangnya.
"Yah ayah,keren kali jadi PNS.Banyak yang nggak lulus,tapi Bian bisa kan.Walaupun itu juga mukjizat banget.Padahal banyak yang pintar,tapi malah Bian yang cantik dan baik hati ini yang keterima."Bian membuat dirinya ceria agar orang tuanya tidak terbebani.
"Akal akalan kamu aja mau ketemu Deza lagi,makanya kamu senang pindah ke Jakarta kan?"Ibu Bian mengulik masalah hati sekarang.
Tapi Bian punya jawaban bijak."Namanya juga kalau jodoh ma,biarpun di pisahin samudra pasti bisa ketemu lagi.Tapi kalau nggak jodoh biar cuma sebelahan gang juga nggak bakalan ketemu.Bian nggak tahu gimana Deza sekarang.Tapi Bian udah buktiin Bian bisa sukses,sekarang mama sama papa yang harus buktiin omongan mama sama papa.Bakalan pertimbangin hubungan aku sama Deza."
"Segitunya yakin,kalau Deza udah punya pacar gimana?"
"Ya udah,aku jadi selingkuhannya.Kalau dia udah nikah,biar aku jadi pelakornya.Jangan aneh aja aku viral di medsos karena udah bilang gini sebelumnya."Bian menjawab penuh keyakinan.
Ayah Bian memegang tengkuk mendengar jawaban anaknya.Sepertinya setelah ini ia harus mentensi darahnya dan memeriksa kadar kolesterolnya.
Tapi Bian happy happy saja dan tidak hirau.
***
"Deza,ntar malam jalan yuk."Verona mendekati Deza ke meja Deza.
"Em,nggak deh.Aku lagi banyak kerjaan,kayaknya juga lembur."Ini hanya kilah Deza menolak ajakan Verona kesekian kalinya.
"Ya udah,aku temanin aja ya."Verona masih getol mendekati Deza yang puja julukan paling tampan sekantor itu.
Deza tidak bisa lagi mengelak dan hanya pasrah dengan senyuman.
Verona adalah wanita cantik dan berpendidikan tinggi.Semua pria mencoba merebut hatinya,tapi ia hanya tertarik pada Deza.
Verona sendiri adalah anak pasangan sukses dan tajir melintir.Ayahnya adalah walikota setempat dan ibunya anggota Dprd.
Verona juga anak tunggal dan kesayangan,semua sorotan sering tearah padanya.Verona punya kepribadian manja dan kekanakan.Ia sangat naif dan membuat lingkungan yang harus mengerti dirinya dan bukannya ia yang harus beradaptasi.
Verona sangat kesemsem pada Deza.Dimatanya,Deza sangat macho,tampan dan berkharisma.
Saat yang lain cari muka dengannya,Deza malah bersikap biasa saja dan bahkan terkesan menghindar.
***
Bian sudah mendarat cantik di Jakarta.Bian memandang sekitarnya yang sudah banyak berubah dengan banyak pembangunan.
Ingin sekali sesampainya disini,Bian langsung mencari dan menemui Deza.'Deza dimana ya?Apa kabarnya dia?'
Dengan rasa penasaran yang penuh,Bian memesan Gocar dan menuju alamat rumah lama Deza.
Sayangnya,Bian harus kecewa karena Deza sudah pindah.Rumah keluarga Deza bahkan sudah ditempati keluarga lain.
Deza memang sudah sejak lama pindah,setelah ayah dan ibunya berpisah,tidak lama ia juga pindah.
Deza dan ayahnya membeli rumah di komplek perumahan lain dan tinggal disana.
Bian cemberut didalam mobil yang membawanya,Bian lalu menuju rumah kontrakan yang sudah ia sepakati untuk ia sewa.
'Apa dia benaran udah punya pacar ya?Lebih parah lagi gimana kalau dia udah nikah juga?Ngenes banget dong setianya aku nggak dapat apa apa.'Bian semakin berkecil hati.
***
Tapi kejutan datang keesokan harinya,tepat saat hari pertama Bian masuk kantor disana ia bertemu dengan Deza dilapangan saat hendal apel upacara hari senin yang rutin dan wajib.
"Deza?"Mata Bian membelalak hampir jatuh saat melihat Deza yang memakai seragam yang sama dengannya.
"Bian?"Deza juga kaget melihat Bian tiba tiba ada di hadapannya.
Senyum rindu penuh kerinduan terkembang di antara keduanya.
Tanpa ragu,Deza melangkah dan memeluk Bian erat.
"Slap."Deza memeluk Bian erat didepan semua orang.
"Bian,ini beneran kamu kan?Nggak mimpi kan?"
"Iya,ini aku Deza.Nggak percaya ya aku bisa jadi PNS.Aku beneran lolos nggak pakai nyongok kok."
Dari jauh,Verona melihat kelakuan Deza.'Siapa tuh cewek!Kok Deza sampai mau meluk dia!Baru kali ini aku lihat Deza peduli sama perempuan!Berani banget Deza acuhin aku tapi gitu banget ke dia!Heuh!'Wajah Verona nampak sangat tidak senang.
"Ver,kayaknya kamu kalah deh.Si Deza udah ada yang dia suka kayaknya."Teman Verona memanasi Verona.
"Nggak!Apaan!Cewek rendahan gitu!Mana level sama aku!"Bantah Verona tidak mau kalah.
"Tuh,buktinya Deza melukin dia.Kamu aja di tolak terus sama Deza."
"Begok!t***l!Kamu tahu apa sih!Udah nggak usah temanan sama aku lagi!"Verona malah marah besar dan memaki temannya kasar.