"Jadi pengirim pesan misterius itu Ayah?" pekik Ceril tidak percaya. Sedangkan sang Ayah, hanya terkekeh sambil merangkul bahu Ceril. Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman. Tadinya Ceril kembali mendapatkan pesan misterius dan memintanya agar ke taman ini. Awalnya Ceril merasa enggan, takut jika si pengirim kembali mempermainkannya seperti dulu. Namun setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Ceril memutuskan untuk ke taman yang ditujukan si pengirim. Ceril meyakinkan diri jika pertemuan ini kembali gagal maka Ceril tidak akan mau menghiraukannya lagi. Terlepas dari itu semua, saat Ceril telah tiba di taman, ia sempat kebingungan karena orang yang ingin bertemu dengannya itu sama sekali tidak Ceril ketahui rupanya. "Kaget, ya?" tanya Perwira di sela tawanya. Ceril mengangguk. "

