Perlahan, Ceril mencoba memahami semuanya, dan menerima dengan ikhlas. Perihal masalah sang Ayah dan Ibu, Ceril sedikit demi sedikit telah mengerti. Dan mungkin, ia memang harus berhenti untuk mencari tahu lebih jauh lagi jika tidak ingin merasa sakit. Karena menurut Ceril, sesuatu yang berlebihan juga tidak terlalu baik. Terlepas dari itu semua, hari ini Ceril memberanikan diri untuk mengobrol secara baik-baik dengan sang Ibu. Ia berharap jika Ibu dapat memaafkan dan menerima dengan ikhlas perihal masa lalu yang menghantuinya hingga kini. Ceril teramat ingin melihat keluarganya lepas dari rasa amarah satu sama lain. Ceril ingin semuanya baik-baik saja. Sangat naif memang, tapi mengharapkan sesuatu yang baik tidak ada salahnya, 'kan? "Cer, bentar lagi ujian semester." Lusi berucap tan

