"Ibu akan mempertemukan Wika dengan Ayahnya dan kamu menuruti jurusan yang Ibu pilihkan sebagai imbalan. Setuju?" Sepanjang hari Ceril terus memikirkan perkataan yang diucapkan sang Ibu beberapa waktu lalu. Kini, gadis itu baru saja turun dari angkot dan sedang berjalan menuju rumahnya. Sepanjang jalan saat memasuki kompleks perumahan, Ceril tidak henti berkutat dengan pikirannya. Ia sungguh bingung dan takut. Bingung harus memilih yang mana, dan takut jika pilihannya salah dan akan membuatnya terjebak. Ceril tidak mau itu. Lalu, saat Ceril berbelok dan hampir sampai ke rumah. Ia melihat Abram sedang bersiteru dengan sang Ibu, kemudian lelaki itu tampak berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya dan melajukannya—meninggalkan Jeni yang mengepal. Ceril sontak berlari dan mendapati sang Ibu s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


