"Lo dari mana aja, sih, Cer? Capek gue nyariin lo dari tadi!" omel Lusi sambil membungkuk, menetralkan napasnya yang tak beraturan. Ceril segera menggandeng tangan Lusi dan menariknya beranjak. "Maaf. Gue tadi nyari angin seger aja," kilahnya. Lusi hanya mengangguk. Paham jika sahabatnya sedang tidak enak hati. Namun netranya menangkap seseorang yang tak jauh di belakang Ceril. "Lo ngapain sama Jordi di dekat sawah, Cer?" bisik Lusi tanpa mengalihkan tatapannya dari Jordi. Sedang yang ditatap hanya melenggang melewatinya tanpa berniat menoleh. "Gak ngapa-ngapain!" elak Ceril. "Lagi pula dia yang nyamperin gue." Lusi menatap Ceril lama, seperti mencari kebohongan di wajah sahabatnya. "Apa lo?!" sentak Ceril galak. Lusi berjingkat kaget. "Santai kali, ah. Gue cuman nanya." Lusi meli

