Semenjak insiden di pinggir sawah kemarin, Ceril dan Jordi tidak pernah bertegur sapa lagi. Keduanya memilih bungkam, bahkan saat tak sengaja berpapasan, masing-masing melengos dengan cepat. "Lo lagi berantem, ya, sama Jordi?" tanya Lusi seraya melipat baju, lalu memasukkan ke dalam kopernya. Rencananya besok pagi mereka akan meninggalkan desa ini, meski terasa berat karena sudah terlalu nyaman dengan keasrian dan kesegaran suasana desa. Namun apa boleh buat, tujuan Ceril sudah terjawab, meski masih abu-abu, dan dua hari lagi mereka akan masuk sekolah. Gerakan tangan ceril yang sedang menarik resleting ranselnya terhenti. Menatap Lusi sejenak. "Kenapa memangnya?" "Semenjak dari sawah kemarin tingkah kalian tuh aneh. Biasanya berantem mulu, dan sekarang diem-dieman. Kan gue jadi curiga

