Chapter 22-INSECURE

1226 Kata

"Lusa gue mau ke Malang." Ucapan yang tak terduga itu sontak membuyarkan fokus Lusi dari buku yang ia pegang. Ceril tak mengubris tatapan terkejut sahabatnya, ia tetap setia pada ponselnya yang menampilkan info yang ia dapat dari Ibunya. Waktu itu Ceril meminta alamat seorang wanita yang sempat ia tumpangi saat Ibu menitipkannya di sana. Saat Ibunya menanyakan maksud Ceril, ia hanya menjawab seadanya—ingin liburan sekaligus bersilaturahmi. Untungnya sang Ibu tak curiga. Memang, besok lusa hari pertama mereka  menikmati libur setelah dua minggu penantian, sedangkan anak kelas XII sedang berjuang demi kelulusan. "Enak bener lo liburan. Kan gue jadi pengen," ujar Lusi lemah. Mengingat planning yang telah ia susun sedemikian rupa. Ceril menoleh dengan alis mengerut dalam. "Gue di sana gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN