Chapter 43-INSECURE

993 Kata

Setelah sekian lama tidak sarapan bersama, akhirnya hari ini Ceril merasakan momen itu meski hening menyelimuti di meja makan. Semua tampak hikmat dengan makanan masing-masing. Beruntungnya hari ini hari Minggu yang artinya Ceril bisa berleha-leha di rumah, terbukti dengan caranya menghabiskan sarapan yang membutuhkan waktu lama. Lagi pula ia ingin merasakan lebih lama kebersamaan ini meski aura Jeni terasa suram setelah kehadiran sang Ayah beberapa waktu lalu yang berujung pengusiran. Lima belas menit berlalu, Ceril sudah menandaskan nasi goreng di piringnya. Begitu pun dengan Wika yang duduk tepat di samping Ceril. Kemudian pertanyaan gadis itu membuat semua orang di meja makan menoleh ke arahnya dengan tatapan yang berbeda. "Yang kemarin itu Ayah kita, ya, Kak?" tanya Wika sambil me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN