Hanin Berbeda

1051 Kata

"Oke, sekarang suapan yang kedua, ya. Ayo, buka mulutnya." Hanin menyodorkan satu sendok nasi goreng di depan mulut Dewa. "Nah, pintar. Ayo, silahkan mau tanya apa lagi." Tidak hanya dengan senyum Niken justru meletakkan tangan Dewa di atas pahanya. Astaga, Hanin. Apa dia salah minum obat? Kenapa dia jadi berkelakuan centil begini? Dewa sampai tercengang heran. “Dari mana kamu dapat pakaian itu, Nin?” tanya Dewa heran. Tiga tahun mereka menikah belum pernah dia lihat Hanin mengenakan pakaian sangat minim begitu. “Ini pakaian tugas suster Hanin, Pak Dewa. Jadi wajar saja kalau suster Hanin berpakaian begini,” jawab Hanin dengan senyum. Setelah itu dia menyendokkan suapan yang ketiga pada Dewa. Dan karena tampilan luar biasa unik dari Hanin, tidak ada penolakan dari Dewa untuk suapan-sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN