Shana pamit pergi setelah ia merasa cukup berbicara dengan ketiga orang itu. Ia tidak bisa lebih lama di sana. Ia takut kalau salah bicara. Shana masuk ke gedung departemen manajamen. Lorong-lorong masih sepi sementara pintu-pintu kelas masih tertutup. Shana mengecek ponselnya dan membuka jadwal kuliah Arthur. Ia kemudian mencari ruangan yang saat ini digunakan untuk kelas pengantar bisnis. Shana duduk di bangku yang tersedia di luar ruang kelas Arthur. Dari yang bisa Shana dengar, sepertinya kelas mulai ribut. Itu artinya sebentar lagi kelas akan bubar. Baru saja menjatuhkan bokongnya ke bangku, Shana bisa melihat pintu kelas terbuka. Lalu dosen yang mengajar di kelas tersebut keluar disusul beberapa mahasiswa yang sepertinya sudah sangat ingin meninggalkan kelas.

