Arthur menekan bel rumah Shana. Tak lama, daun pintu rumah Shana bergerak terbuka. Shana muncul dari sana dengan dandanan rapi. "Yuk," ajak Arthur dan segera berlalu ke motornya. Shana meraih helmnya yang teronggok di teras dan mendekati motor Arthur lalu naik ke boncengan. Setelah membenarkan posisinya, ia menyuruh Arthur melaju. "Lo ada kelas jam berapa?" tanya Shana sambil agak berteriak. Arthur sedikit menoleh, "Jam satu." Shana melongo, "Lah, kok mau gue ajak berangkat sekarang?" "Lo kan habis ini kelas," ucap Arthur. "Lo cuma nganterin gue doang?" tanya Shana merasa terharu. Arthur menggumam mengiyakan. Ia lalu kembali fokus ke jalanan. Meski tidak ada kemacetan yang berarti, jalanan tetap saja padat dan Arthur harus berhati-hati. Setelah kurang lebi

