Kalina langsung tersentak saat mendengar perkataan itu. Karena posisinya masih fokus dengan pikirannya. Langsung menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya dengan kasar. “A-apa, Kak?” Berusaha tetap tenang, dengan senyuman singkat yang ia berikan pada Ken. Ken menatap Kalina, seakan sedang menelisik jauh ke dalam dua bola mata yang tampak memerah itu. Bagaimanapun dia berbohong, tetap saja ia akan peka. “Nangis lagi?” “Enggak,” jawab Kalina. Ken menghapus air bening yang masih tampak tergenang di pipi Kalina dengan jemarinya. Tapi, sedikit terhenti ketika fokus matanya tertuju pada luka yang tampak di sudut bibir gadis itu. Ingin bertanya, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. “Masih membohongiku?” Seakan tak bisa mengelak, Kalina hanya diam. Sentuhan Ken di wajahnya ...

