Kalina meletakkan telapak tangannya di dahi Kenzie, menghela napas panjang ketika rasa panas itu masih terasa. Bahkan masih sama seperti sebelumnya. Tak ada perubahan. “Kak, kotak obat di mana?” “Di bawah. Di dalam lemari dekat ruang keluarga,” jelas Ken. Kalina hendak beranjak pergi, tapi Ken menyambar tangannya ... membuat niatnya terhenti. “Hmm, kenapa?” tanya Kalina heran. “Aku nggak butuh obat,” ujarnya pelan, dengan punggung yang ia senderkan di sandaran tempat tidur. “Kakak mau sembuh nggak, sih?” “Kal, maaf ... membuatmu repot karena harus mengurusku,” ucap Ken. Kalina malah tersenyum menanggapi perkataan Kenzie. “Hanya itu?” tanya Kalina. Tak membalas, tapi tiba-tiba Ken malah menarik Kalina ke pelukannya dan memeluk erat gadis itu. Entahlah apa yang terjadi padanya, t

