BAB : 51

1548 Kata

Mata Ken yang terpejam, seketika terbuka saat mendengar sebuah kalimat ajakan itu. Bukan karena ajakan, tapi lebih tepatnya fokus pada sosok yang mengajaknya. “Ayok, pulang denganku,” ajak Kalina menyodorkan tangannya, berharap dapat sambutan dari Ken. “Udah, pulang sana sama Kalina. Serena juga bakalan nyuruh lo pulang kalau tahu kakaknya sakit, tapi malah di sini dengan udara dinginnya malam,” terang Zean. “Kamu kuat bawa mobil, kan? Atau Papa minta supir untuk jemput aja?” tanya Wira pada putranya itu. Karena tak ingin mengambil resiko terburuk, dengan kondisi Ken yang sedang tak baik malah memaksakan untuk mengemudi. “Aku bisa kok, Om,” sahut Kalina ramah. “Nanti Kalina istirahat di rumah aja, ya. Sekalian bisa mantau kondisi Ken. Biasanya dia kalau lagi sakit suka rada ...” “Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN