Salah Paham

1218 Kata

Arkan termenung di atas sofa berwarna coklat yang ada di balkon kamarnya. Ingatan pria itu melayang pada kejadian kemarin. Dia tidak menduga bertemu kembali dengan mantan istrinya itu. Sejenak bahagia hinggap di hati pria itu, tetapi tak lama kemudian dipaksa gugur karena penolakan Salsa. Wanita itu sangat jauh berubah. Dia terlihat lebih dewasa dan cantik. Nyaris matanya tak bisa lepas memandang Salsa. Ada sesuatu dalam diri wanita itu yang membuatnya rindu. "Di sini kamu ternyata, Mas." Suara Nadia mengejutkan Arkan. Wanita itu duduk begitu saja di pangkuan suaminya. "Gimana, Mas hasil meeting kemarin?" tanyanya sambil menyandarkan kepalanya ke d**a Arkan. "Bagus. Kita cuma punya satu pesaing lagi," jawab Arkan sesuai laporan Bram yang diutus menggantikannya. "Baguslah," tiba-tiba N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN