Hai! Ternyata aku ngga bisa nahan jari buat klik publish. Kasihan partnya ditahan-tahan. Next part aku up kamis ya gaeess. Jangan lupa vote dan koment keren, yaaa ------------------ Nadia terus mondar-mandir di depan ruang operasi sebuah klinik bersalin. Wajahnya terlihat cemas. Berkali-kali melihat ke pintu berharap seseorang keluar dari sana. "Gimana, Wisnu, bayinya baik-baik saja?" tanya Nadia ketika melihat seorang keluar dari ruang operasi. "Baik, tapi wanita itu belum sadar. Kondisinya memprihatinkan. Nadia tersenyum sinis. "Aku tidak peduli jika wanita itu mati, malah bagus. Jadi, aku tidak perlu repot menutup mulutnya." Wisnu menggeleng tak percaya jika wanita di depannya ini sangat kejam. Tidak serupa dengan wajahnya yang terlihat baik dan lembut. Andai tahu seperti itu mung

