Aku seperti patung melihat Reva duduk di pangkuan Saga. Ingin mencecar keduanya dengan makian, tetapi lidahku seakan kelu. Melihat posisi mereka seluruh daya di ragaku tersedot keluar, andai tak berpegangan erat ke gagang pintu mungkin tubuhku sudah ambruk ke lantai. "Eh, Salsa, maaf, ini gak seperti yang kamu bayangkan." Reva cepat-cepat menjauh dari Saga dan berusaha menjelaskan kalau apa yang kulihat tidak seburuk yang aku pikirkan. Terlambat, aku sudah melihat apa yang dia lakukan. "Saga, ngomong dong. Nanti Salsa salah paham sama hubungan kita." Reva menatap Saga dengan raut cemas di wajahnya, tetapi nada suaranya yang dibuat-buat membuatku muak, sesekali dia menatapku yang masih berdiri di ambang pintu. "Tidak ada lagi yang mau kau bicarakan, kan?" Saga menatap Reva dan bertanya d

