Salsa mendorong piring ke tengah meja dengan wajah kesal. Bukan tidak menghargai sarapan yang sudah disiapkan asisten rumah tangganya, tetapi menu yang dia minta tidak tersedia hingga mood-nya memburuk. Ditambah lagi aroma parfum Saga membuatnya kesal setengah mati. "Sayang, dimakan sarapannya, kalau kamu gak makan nanti dedek bayinya kelaparan." Saga membujuk sang istri. Sejak hamil anak ketiga tingkah Salsa tak karuan. Ada saja yang salah di mata wanita itu. "Aku gak mau, aku eneg sama nasi dan roti. Aku mau mie." Salsa menjawab ketus. Menurutnya aturan Saga terlalu berlebihan, toh makan mie instan tidak akan membuat orang mati. Saga menghela napas dalam, menghadapi wanita hamil dibutuhkan kesabaran luar biasa. Kalau dia boleh memilih lebih baik berdebat dengan rival perusahaannya unt

