Warning!part ini ada bagian 21+nya. Tapi ngga terlalu vulgar. Tapi bisa bikin yang baca baper sendiri ------------------- "Terima kasih Anda mau berkunjung. Kami berhutang budi pada Anda," ucap Arkan diplomatis. Setelah dia dan Saga keluar dari kamar inap Nadia di sebuah rumah sakit jiwa. Wanita itu mengalami depresi berat, hingga harus dirawat intensif. "Aku tidak sedang menanam budi. Ini hanya rasa kemanusiaan saja," balas Saga. "Aku sudah membeli saham publik perusahan kalian. Ditambah saham yang dimiliki Salsa. Mulai saat ini Nanyendra Grup bukan milikmu lagi. Apa kau tahu itu?" tanyanya menyelidik. Arkan mengangguk. "Pengacara saya sudah memberi tahu. Bukankah dari awal itu bukan hak kami," aku Arkan lemah. Terdengar helaan napas berat Saga. "Awalnya aku memang ingin menghancurka

