Hadirnya Si Kapten Basket

1138 Kata

            Pendeklarasian Gabro mengenai persahabatan mereka di depan semua orang beberapa jam yang lalu membuat Gevilda kaget bukan main. Entah mengapa ia merasa hatinya seketika runtuh setelah mendengar Gabro meminta persetujuan dirinya tentang persahabatan mereka yang murni. Gevilda tak munafik, ia memang menyukai Gabro dan ia pun tak tahu sedari kapan dia menyimpan rasa terhadap sahabatnya itu. Namun, ia terlalu gengsi untuk menyatakannya. Karena Gevilda percaya akan pernyataan, ‘cewek itu takdirnya nunggu, bukan mengejar.’             Ditemani Anisa, Gevilda meminum secangkir es teh yang ia pesan beberapa menit lalu di kantin yang jaraknya tak jauh dari kelasnya. Ia meminum dengan tatapan kosong sambil mengarahkan kepalanya ke depan. Setelah kejadian tadi pagi, Gevilda lebih banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN