Seperti hari-hari biasanya, Gabro dan Gevilda berangkat ke sekolah bersama diiringi candaan receh yang diberikan Gabro dan Gevilda secara bergantian. Keduanya kemudian berpisah di kelas 11 MIPA 5 yang menjadi perbatasan antara kelas MIPA dan IPS. Keduanya memang satu angkatan, tetapi berbeda jurusan. Gevilda berada di jurusan MIPA sedangkan Gabro memilih untuk mengambil jurusan IPS karena ia menghindari pelajaran Fisika dan Kimia yang membuat siapa saja yang melihatnya langsung pening seketika. Gabro berjalan santai melewati dua kelas IPS yang saat itu dalam keadaan ramai. Dua tangannya ia masukkan ke saku celana abu-abu. Ia berusaha berlagak seperti cool boy yang biasa dijumpai di buku novel bergenre fiksi remaja. Sebenarnya, wajah Gabro itu tak jelek

