Ares terdiam ketika pertanyaan yang ia rasa konyol itu terlontar dari mulut Diy. Bagaimana mungkin wanita yang pernah ia kagumi dalam diam, ia kejar dengan terang-terangan setelahnya kini mendadak memintanya untuk menikah. “Diy? Lo mabuk apa gimana sih?” Ares mencium aroma minuman Diy, tidak ada aroma alkohol disana “Oh lo terlalu kecapean ya?” ucap Ares lagi. Ia mencerna situasi dengan akal sehatnya, tidak mungkin sekarang ia berada di bawah pengaruh gombalan Diy. Tatapan mereka kembali saling bertemu, Diya tersenyum dengan raut wajah elegannya itu. Ia bagaikan seorang ibu dengan tatapan yang keibuan. Dibandingkan mantan suaminya, Diy yang paling sangat terpukul ketika ia keguguran. Rasa kehilangannya terhadap anaknya benar-benar di luar kendalinya. Jika saja semesta tidak memberikan

