Simpul Energi

1449 Kata

Malam itu, Mbah Lasmi mengajari Anindita cara membakar ketela pohon. Sementara Erlangga beristirahat setelah semua lukanya dibaluri minyak obat. Setelah matang, mereka bertiga pun makan malam. "Hmmm, enak ya Mbah," kata Anindita. "Setahuku singkong itu cuma dikukus san digoreng," kata Anindita. "Digoreng?" Mbah Lasmi bertanya-tanya. "Iya pake minyak goreng," ujar Anindita. "Susah buat minyak kelapa, sayang kalau untuk sekadar masak singkong," ujar Mbah Lasmi. Yang kemudian meninggalkan mereka berdua lantas masuk ke dapur lagi. Entah mau mengambil apa. Anindita hendak membantah, tapi kemudian disenggol Erlangga. "Jangan bawa-bawa minyak sawit. Belum ada di zaman sekarang," bisik Erlangga. "Ah, iya. Aku lupa." Anindita menepuk jidat. Dia lupa tangannya bekas terkena jelaga. Wajahnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN