Wasiat

1771 Kata

Karena kesal dengan perlakuan Erlangga, Anindita pun berjalan lebih dulu, meninggalkan tempat itu. "Dinda Anindita, tunggu!" goda Erlangga lagi. Namun, seketika itu langkah kaki Anindita terhenti. "Ada apa?" tanya Erlangga, yang kemudian melihat ke arah Yang sama dengan Anindita. Tampak Mbah Lasmi datang dari kejauhan, sembari membawa obor dan bungkusan di tangannya. "Mbah, Lasmi," panggil Anindita seraya menghambur ke arah perempuan tua itu. "Mbah tidak apa-apa?" tanya Anindita khawatir. Perempuan itu tidak menjawab, dan justru meletakkan barang bawaannya di tanah. Kemudian dia bersujud di hadapan Anindita dan Erlangga. "Ampuni hamba yang tidak tahu ini, Yang Mulia. Lasmiati menohon kerendahan hati Gusti Putri Anindita dan Gusti Prabu Erlangga," ucap perempuan itu. "Mbah, bangun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN