Suara kepak sayap elang terdengar jelas, Erlangga pun mendongakkan kepalanya. "Hai sobat! Kau mengikuti kami?" ujar Erlangga seraya merentangkan lengannya, sebagai tempat mendarat di Elang. "Wah, dia sudah sembuh," timpal Anindita yang sudah kembali menjajari langkah Erlangga. "Semalam dia mendatangiku, di pohon besar. Dia mengabarkan ada urusan perdana menteri yang memintamu kembali segera ke istana, kakamu Raden Anggoro akan naik tahta," jelas Erlangga. "Oh ya? Baguslah kalau begitu. Aku tidak terlalu suka dengan sikap istrinya, Gayatri. Dia sepertinya menganggap diriku adalah penghalang suaminya naik tahta," ujar Anindita. Erlangga tidak merespon, dia sibuk denga si burung Elang. "Kanda?" panggil Anindita. "Ya?" "Cakram itu? Bisakah membawaku kembali ke dimensi awal?" tanya An

