Presiden Arya beserta wakilnya Bapak Wijayanto berdiri tidak tenang di dalam ruang kerja bersama dengan Profesor Mike yang malah antusias dengan kekacauan di luar istana presiden. Laki-laki itu seakan sudah menunggu moment ini sedari lama, melihat wajah panik presiden yang tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya bisa bersembunyi di dalam ruang kerja dengan didampingi beberapa bodyguardnya di depan pintu. Suara tembakan yang membuat gelindang telinga risih itu membuat Presiden Arya makin berjalan tidak tenang, berulangkali mondar-mandir memikirkan sesuatu agar bisa menghentikan kekacauan di luar. Profesor Mike menikmati itu diam-diam, padahal belum sepenuhnya melakukan rencananya untuk memporak-porandakan istana presiden. Namun, semesta seakan mendukungnya. Karena kini, semua keing

