Allen berusaha mempertahankan senyuman manisnya dengan tangannya yang sibuk menyodorkan makanan kotak pada orang-orang yang duduk berjejer rapi di ruangan bawah tanah. Beberapa dari mereka masih nampak shock dan juga menahan tangis. Walaupun, begitu air mata mereka berlinang begitu saja tanpa henti. Pemuda berbadan tegap yang baru masuk di dunia militer itu mendesah pelan saat melihat tiga anak kecil kini ikut membantu membagikan nasi kotak seadanya. Sisa kemarin malam, namun masih bisa dikonsumsi. Mengingat tidak ada persediaan makanan di istana presiden. “Kalian juga mau ikut membantu?” Tanya Allen pada ketiga anak kecil yang berdiri di sampingnya itu. “Ya, saya entah kenapa tidak merasa lapar. Jadi, daripada duduk diam saja lebih baik saya berbuat sesuatu yang bisa berg

