Elma berkacak pinggang sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha kuat tidak memutar mata jengah saat mendengar penuturan Jackson di depannya yang ditambahi oleh Arlan dan juga Jerry. Ketiga pemuda itu menentang perkataan Elma untuk pergi meninggalkan istana presiden sebelum kemalangan menimpa mereka semua. Ia tidak ingin berhadapan dan berurusan lagi dengan sosok jangkung yang memiliki iris mata seperti bola api tadi. Tinju orang itu saja belum sempat mengenai tubuhnya, namun anehnya Elma merasa sudah babak belur hanya karena ditatap tajam oleh pemuda itu. Tatapan intimidasinya membaut seluruh tubuhnya membeku di tempatnya berdiri dengan pergelangan tangan yang gemetar takut. “Kau ingin pergi hanya karena perkataan orang itu? Kau tahu sendiri, tidak ada yang

