Kemalangan Kembali Terjadi

2228 Kata

Theodoric menarik diri dari kerumanan, langkahnya gontai dengan tubuhnya yang menggigil kedinginan. Pemuda yang masih setia dengan hoodie abu-abunya itu perlahan duduk merosot dengan selonjoran kaki, bersandar pada dinding tembok kelelahan. Kelopak matanya mengerjap sayu seperti tidak ada tenaga, keringat dingin juga nampak bermunculan pada pelipisnya. Napasnya memendek membuat kepalan tangannya makin mengerat sampai membuatnya gemetaran. Cahaya remang-remang di sudut istana negara membuat tubuh pemuda itu tidak bisa menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar aula istana. Theodoric tidak paham juga kenapa tubuhnya mendadak rapuh begini, apalagi tenaganya seperti terkuras habis dan menyisakan rasa lelah yang tidak berujung. Seluruh energinya seperti dihisap bulat-bulat sampai ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN