36. Laporan Rahasia

1100 Kata

Pagi ini rumah masih setengah terlelap ketika aku menuruni tangga. Jam di dinding bahkan belum menunjukkan pukul lima. Lampu-lampu redup, udara dingin, dan hanya suara langkahku sendiri yang terdengar, pelan, hati-hati. Pinggangku masih nyeri, kakiku juga. Aku meringis tipis, teringat bagaimana semalam aku terpleset dan hampir jatuh di anak tangga. Hampir, kata yang sederhana, tapi cukup untuk membuatku sadar kalau aku tidak aman di rumah ini. Di dapur, beberapa pembantu sudah bergerak. Mereka menoleh serempak saat melihatku. Tatapan itu adalah prihatin, ragu, ingin bertanya tapi takut, hal itu membuat dadaku terasa berat. “Nona Zen, mau saya bantu?” salah satu dari mereka bertanya lirih. Aku menggeleng. “Nggak usah. Aku bisa sendiri.” Suaraku terdengar lebih tegas dari yang kurasakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN