Bab 10

815 Kata

"Nana..." Deg! "Elena kan?" Deg! Suara yang terdengar familiar itu langsung menghentikan tawa kami saat itu juga dan perhatian kami pun tertuju pada orang yang baru saja duduk di hadapanku saat ini , setelah memeluk Rifal dengan semangat layaknya anak kembar yang lama di pisahin.  Tu-tunggu! Kok Rifal bisa kenal sama Irzy? Bagaimana bisa? Sejak kapan mereka sedekat itu? Duh! Geger nih otak gue. "Apa kabar?"  Laki-laki itu menatapku dengan senyum manisnya yang pernah meluluh-lantahkan hatiku di jaman putih abu-abu , lalu di tinggal saat lagi baper-bapernya.  "Hah?" Aku diam selama beberapa detik , kenapa harus senyum sih! Gak tau apa kalo gue deg-degan , kampret! "Di tanyain malah bengong" Rifal menyenggol tanganku "Oh h-hai! Sorry , ngomong apa tadi?." Tuh kan! Kenapa gugup gini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN