"Bawa dia kerumah sakit"
Aku menatap Jake, bingung kenapa dia menyuruh para bodyguard membawa Tyle kerumah sakit.
"Aku ingin dia mati, tapi belum saatnya"
Tatapan Jake begitu tegang, kemarahan terlihat dimatanya.
"Kumohon jangan bunuh dia Jake"
"Aku tidak mau kau merasakan apa yang kau rasakan pada saat masa lalu, sudah cukup aku yang merusakmu dan sekarang waktunya aku bertanggung jawab untukmu"
Jake mengelus rambutku didalam pelukannya yang membuatku tenang.
___
Suara bel pintu berbunyi, aku cepat-cepat menuju pintu luar, aku tidak melihat Gail daritadi.
"Belle"
"Emma"
Belle masuk dan memelukku, aku membalas pelukannya.
"Darling, are you okay?"
"I'm okay Belle"
Aku menjatuhkan air mataku dipelukannya , Belle menatapku.
"Kumohon jangan menangis, aku menyayangimu Emma seperti aku menyayangi Luke"
"Aku merindukannya Belle, apakah kau datang sendiri?"
"Lucas ke Miami, ada beberapa urusan pekerjaan yang harus diselesaikan"
Jake tiba-tiba muncul dari atas , berjalan mendatangiku dan Belle.
"Hey Belle"
Menyapa Belle , Belle menyapanya dengan memberikan senyuman lembut pada Jake.
Aku membawa Belle duduk disofa ruang keluarga, Jake mengikuti kami.
Gail datang membawakan kami tiga cangkir green tea hangat.
"Aku mendengar kabar jika ibumu juga meninggal Emma, sebelumnya aku bertemu dengan Jake"
Aku menatap Jake, kapan dirinya bertemu dengan Jake? Aku bertanya-tanya dalam hati.
"Walaupun kau tidak sempat menikah dengan Luke putraku, anggaplah aku ibumu juga Emma, Luke sudah menitipkan beberapa berkas ini padaku untukmu"
Aku menatap dua buah amplop cokelat berisikan surat didalamnya, aku meraihnya saat Belle menyodorkannya padaku.
"Apa ini ?"
Aku menatap bingung kearah amplop itu, Jake hanya diam mengamati pembicaraanku dan Belle.
"Bukalah"
Sebuah surat ahli waris untukku dari Luke Graham, aku membulatkan mataku saat membacanya , ini tidak mungkin bahkan aku belum sah menjadi istrinya Luke , aku hanya seorang tunangannya.
"Luke memberikanmu seluruh hartanya, kau harus menerimanya Emma, kumohon"
Belle menatapku dan membujukku agar aku mau menerima semua warisan dari Luke.
"Tapi ini benar-benar terlalu berlebihan , ini sulit untukku"
"Terimalah Emma, Luke sudah berniat memberimu dari awal dirinya bertemu denganmu"
Jake mengeluarkan suaranya, jadi apakah semua sudah direncanakan juga oleh Jake.
Rumah yang sekarang aku tempati menjadi milikku, dan ternyata Luke seorang pemilik perusahaan Real Estate ditengah kota Seattle, Washington, dan Club tempatku bekerja juga sudah sah menjadi milikku, ini sulit dipercaya.
Ada sebuah surat didalam satu amplop lainnya .
"Emma , urusan surat-surat Clinton akan datang kemari besok pagi, kau hanya butuh menandatanganinya"
Aku mengangguk kecil, Belle berdiri dan berpamitan padaku dan Jake.
"Aku harus pergi , sayang jaga dirimu"
"Terima kasih Belle, kau juga"
"Jake , jaga Emma untuk Luke"
"Itu pasti Belle, don't worry"
Belle pergi, aku menatap Jake , Jake menganggukkan kecil kepalanya mengisyaratkan padaku untuk membuka surat yang belum kubuka.
"Bukalah surat itu"
"Apakah kau tau semua rencana Luke untukku?"
"Ya , bacalah"
Aku pergi menuju halaman belakang rumah Luke, menatap danau Redmond yang sangat tenang.
Aku membuka surat itu perlahan dan membacanya.
***
Dear My Mumu.
Hey my Love , please i wanna see you smile when you see me now, i was die but i never die in your mind, i want you can feel me when you touch this letter.
My Mumu ,Maafkan aku jika tidak bisa menepati janjiku padamu untuk menjagamu selamanya, kumohon jangan marah padaku My Mumu, aku mencintaimu dari awal aku melihat senyumanmu disaat pesta pernikahan Mario dan Caroline aku memandangmu dari kejauhan, tawamu begitu renyah, kerlingan matamu begitu menyinariku, aku memberanikan diriku untuk bertemu langsung dengamu setelah lama aku menunggu waktunya tiba.
Pada saat di pantai Alki aku menatapmu dari kejauhan kebiasaanku yang selalu kulakukan dulu, tapi disaat itu aku memberanikan diriku untuk menyapamu, mengantarmu ke Club melihatmu bekerja, melihatmu digoda pria gila, melihat matamu yang sedang cemburu ketika aku bebincang bersama wanita lain, ahh kuharap kau tidak mempunyai dendam terhadapku karena itu, karena aku selalu ingin melihat senyuman indah dari garis wajahmu.
My MuMu, aku sudah mempunyai penyakit kelainan jantung dari lahir, itulah kenapa disaat kau menyentuh dadaku, semua akan terasa menyakitkan bagiku, aku akan pergi darimu ketika kau mengetahui jantungku tidak normal seperti kebanyakan orang, seperti yang kau ketahui tentang Mario untuk membunuhku, kau tidak pernah tau soal penyakitku dan memang aku harus menyembunyikannya darimu, jangan marah sekali lagi denganku karena itu, aku mencintaimu.
Jake saudaraku mencintaimu, sama seperti diriku yang mencintaimu, aku memang marah dengannya karena telah merusak masa lalu dan masa depanmu, kau sudah menjadi sekarangku dan kau menjadi bagian hidupku sampai akhir hidupku itulah yang kuinginkan, kumohon padamu terimalah permintaan maaf dari Jake , biarkan dirinya merawatmu, menjagamu, aku tidak memaksamu tapi jadikan dirinya sebagai pengganti diriku, walaupun ku tau aku takkan pernah terganti dihidupmu, tersenyumlah sayang saat kau membaca surat ini jangan membasahi kertas ini, aku sudah susah payah menulisnya , please give me your sweetness smile Mumu.
My Mumu maafkan diriku sekali lagi yang sudah meninggalkanmu begitu cepat, aku mencintaimu kaulah sekarangku dan kaulah akhirku.
Aku memberikanmu hak waris atas semua hartaku, terimalah jangan banyak bertanya dan menyangkalnya ,kau mencintai pemandangan, maka itulah jangan pergi dari rumahku, ketika kau melihat air yang tenang didanau ini, Club itu sudah menjadi milikmu sudah kukatakan padamu Club itu akan berpindah tangan kan, aku memberikannya untukmu, jangan takut jika Maria akan memarahimu lagi, kaulah bossnya sekarang, sekali lagi tersenyumlah untukku.
Kumohon rasakan aku bersamamu, rasakan aku memelukmu dari belakang tubuhmu saat kau memandang indah danau yang tenang ini, rasakan aku mencium lembut pipi dan bibirmu, jangan menangis.
Aku tidak pernah mati untukmu sayang, disaat jantungku sudah mulai tidak berdetak lagi hatiku tetap milikmu, disaat jantungku sudah mulai tidak berdetak lagi hatiku tetap bersamamu.
aku akan selalu bersamamu didalam ingatanmu, aku akan selalu menjagamu dari kejauhan, aku akan terus menyentuhmu walaupun kau tak merasakannya, aku bersamamu, jangan takut.
Aku mencintaimu.
With Love LG.
***
Aku hanya bisa meneteskan air mataku saat membaca surat yang dituliskan oleh Luke untukku, sesekali aku tersenyum membaca sela paragraf dari yang ditulisnya, aku benar-benar sudah kehilangan diri Luke Graham, lelaki bermata biru yang selalu memberikanku cahaya.
Tiba-tiba tangan besar Jake memelukku dari belakang, aku terkesiap merasakannya.
"Jangan menangis Emma"
Aku membalikkan badanku, aku menatap mata gelap Jake, aku tersenyum lembut dengannya, menyentuh rahang Jake yang ditumbuhi rambut kecil dibagian rahangnya.
"Maafkan aku"
Jake menyentuh tanganku.
"Tidak, aku menginginkan kau melupakan semuanya"
"Aku akan mencobanya, tapi jangan harap kalau aku bisa melupakan Luke"
"The Exception"
Aku tersenyum lembut pada Jake, Luke selalu ada didalam fikiranku walaupun nantinya aku tidak tau akan menjadi seperti apa.
"Bisakah kau mengizinkanku untuk mencintaimu juga?"
Aku menatap mata Jake.
"Jika kau bisa membuatku jatuh cinta padamu, aku akan mengizinkanmu"
"Let's we try from now, jika kau tidak keberatan tuan putri"
Aku tertawa kecil , jari lembut Jake mengusap air mataku yang membasahi pipiku, mataku sedikit terasa sembab.
"Tersenyumlah, Luke menyukai jika kau tersenyum lebih banyak, begitupun denganku"
"I do"
Aku tersenyum lembut, Jake mengecup lembut keningku.
____
Satu bulan kemudian...
'I'm still missing him'
Aku berdiri diteras atas rumah Luke , memejamkan kedua mataku dan merasakan tamparan angin lembut diwajahku.
Aku merasakan sebuah sentuhan lembut dari belakangku, mencium aroma tubuh Luke .
"Sedang memikirkanku?"
Suara Luke berbisik ditelingaku, ahhh aku merindukannya, aku sudah lama menantikan suaranya.
Aku tetap memejamkan mataku merasakan hembusan nafasnya diarea tengkuk leherku.
"Aku selalu memikirkanmu"
"Aku merindukanmu"
"Aku lebih merindukanmu"
Aku dan Luke berbicara , aku merasakan detak jantungnya, aku membuka mataku pelan tapi disaat aku mengarahkan kepalaku kebelakang Luke tidak ada, padahal sudah jelas aku merasakannya, aku meneteskan air mataku lagi.
"Aku mencarimu"
Aku menatap kedatangan Jake, Jake melihatku berdiri terdiam dan menangis.
"Ada apa denganmu?"
Jake mendekatkan langkahnya padaku.
"Aku merasakan Luke bersamaku"
"Kau berhalusinasi lagi?"
"Tidak, aku merasakan Luke nyata bersamaku"
"Itu tidak mungkin Emma, ayo kita pergi"
Jake menarikku dan membawaku turun, Jake membawaku pergi keluar rumah entahlah mau kemana, aku mengikutinya.
___
Jake membawaku ke makam milik Luke, aku terdiam berdiri menatap nisan miliknya.
Jake menggenggam erat tanganku, mencium ruas-ruas jariku .
"Luke, aku disini untukmu, aku membawakan Emma untukmu, tapi hari ini izinkan aku membawa Emma denganku, untuk sekarang, besok, dan seterusnya, izinkan aku menikahinya"
Aku terkejut mendengar Jake mengungkapkan kata-katanya didepan makam Luke.
"Aku serius Emma"
Jake memandangku, aku menatap matanya yang gelap tapi memancarkan cahaya.
"Will you marry me?"
Pernyataan cinta macam apa ini, didepan kuburan aku ingin menangis tapi aku tidak bisa menahan kegelianku dengan tingkah Jake.
"Tidak bisakah kau romantis terhadapku?"
"Kau selalu memikirkan Luke, itulah kenapa aku mau Luke tau dan melihag bahwa aku juga mencintai dan menginginkanmu"
Aku tersenyum manis dihadapannya, lalu menolehkan kepalaku ke makam Luke dan menatap Jake terpana.
"What should i do? I don't have any choice"
"That's mean??"
"Yes I do"
Jawabku, mataku berbinar-binat begitupula dengan Jake, aku memeluk Jake .
"Kuharap kau tidak marah padaku Luke, aku mencintaimu"
Aku memukul pelan perut Jake, mungkin sudah saatnya aku harus menghilangkan semua tentang Luke difikiranku, ada Jake yang selalu mengisi hari-hariku sekarang.
"Luke, aku akan selalu terus mengingatmu dan mencintaimu, aku mencintaimu Luke"
Aku menaruh satu bunga mawar yang dibawa Jake, aku meletakkannya diatas makam miliknya, lalu pergi meninggalkannya.
____
Aku berdiri menatap pantulan tubuh dan wajahku didepan kaca besar, memakai dress pengantin putih panjang menutupi kaki jenjangku, tidak berlengan memiliki tali tipis di bagian lenganku, rambut yang disanggul tidak terlalu tinggi, MUA sibuk memperbaiki riasan diwajahku aku menyukainya , aku tidak menyangka akan menikah dengan saudara dari tunanganku dan juga saudara tiriku.
Mataku berkaca-kaca , selintas memikirkan Luke , jika saja dirinya masih ada sudah pasti aku menikah dengannya.
Aku menutup mataku 'tidak, tidak boleh, Jake sudah sangat mencintaiku' batinku ,aku selalu saja memikirkan Luke didekat hari-hari pernikahanku dengan Jake.
Aku tidak boleh mengecewakan Jake, aku harus bisa membuka hatiku untuk Jake.
Belle masuk kedalam ruanganku, tersenyum menatapku dan berjalan kearahku.
"Ya ampun, kau terlihat luar biasa canti sekali sayang"
Belle menyentuh pipiku, lalu mengecupnya , aku meneteskan air mataku.
"Oh no, don't cry baby be happy today you have a sweet wedding"
Aku tersenyum lembut dan menghapus air mataku yang membasahi riasan diwajahku.
"Terima kasih Belle"
Belle tersenyum sangat lembut.
"Ayo kita kebawah, Jake sudah menunggumu"
Taman yang berada dibelakang rumah Luke begitu luas , danau terlihat menguasai suasana tenang dipernikahanku, dekorasi serba putih, kursi-kursi yang berwarna putih dan ditambah pita-pita bewarna putih, bunga-bunga segar mawar putih memenuhi tepi danau, sangat mewah begitu menenangkan, red carpet yang dipenuhi taburan mawar putih kulalui , hiasan lampu-lampu kecil berwarna emas dan putih menerangi jalanku untuk mendatangi Jake William Forbes berdiri menantiku dipanggung pernikahanku dengannya.
Ini suasana yang luar biasa , dan menenangkan, tidak begitu banyak tamu yang datang , hanya ada sekitar seratus orang , beberapa tamu dari Club dan kantor milik Jake, Maria dan Kate , aku sempat menatap keduanya dan tersenyum kearah mereka .
Memakai setelan jas berwarna abu-abu mewah , rambut bewarna tembaga , mata gelap yang memancarkan cahaya kearahku, rahang pipinya yang sangat licik selalu membuatku bergetar memandangnya, senyumannya yang membuatku memanas , gigi putihnya terlihat sangat sempurna ,wajahnya begitu licik namun tampan dan aku menyukainya.
___
Jake William Forbes sudah sah menjadi suamiku, pendamping hidupku yang akan rela menghabiskan waktunya untukku, dan rela untuk mencintaiku selama nafasnya berhembus didunia yang sama denganku, akupun begitu.
"Aku mencintaimu"
Jake memandang wajahku , mata gelapnya memancarkan cahaya , aku menatapnya lelaki yang berdiri dihadapanku adalah suamiku.
"Aku mencintaimu juga"
Aku membalas ucapannya, tapi sebenarnya aku sendiri tidak tau apakah aku memang benar-benar mencintainya yang jelas perasaanku sudah begitu tenang jika bersamanya.
Jake mencium bibirku dengan lembut, mengentuh lembut pipiku, aku menyentuh lembut rahangnya yang dipenuhi bulu-bulu kecil yang lembut.
"Congratulation Jake"
Aku dan Jake melepaskan ciuman kami, membuka mata kami dan melihat siapa yang memberikan ucapan selamat.
Kate , memperlihatkan senyuman lembutnya yang renyah dihadapanku , apakah dia marah terhadapku, tapi dirinya terlihat tidak marah sedikitpun.
"Thank you Kate"
Aku menjawab ucapan selamatnya dan membalas senyuman manis kepadanya, Jake setengah tersenyum padanya tapi terlihat bersahabat.
"Akhirnya kau mendapatkannya"
Aku menoleh melihat wajah Jake , apakah Kate juga ikut dalam rencana Jake dan Luke?
"Kate adalah sepupuku"
Jake memberitahuku, aku terkejut semua benar-benar tidak disangka dalam hidupku, aku merasa malu.
"Jangan cemburu denganku Emma, kita keluarga sekarang, dan malam itu aku hanya sedang berakting"
Aku memerah.
"Aktingmu lumayan bagus Kate"
Aku membuka suaraku untuknya, Kate memegang tanganku.
"Aku senang kau menikah dengan Jake sepupuku"
"Aku akan membiarkan kalian berbicara, aku pergi dulu"
Jake pergi meninggalkan kami berdua , aku dan Kate menjadi akrab pada malam pernikahanku, Kate sangat ramah sangat lembut padaku.
DUAARR!!!!
Semua para undangan terkejut mendengar suara tembakan dari luar, aku dan Kate saling memandang, ada apa ini ?
"Kate"
Aku memegang tangan Kate erat, seperti biasa perasaan takutku tiba-tiba muncul lagi.
"Tenanglah Emma, aku bersamamu"
"Dimana Jake?"
Aku panik, aku harus bertemu Jake aku tidak bisa begini sendiri ditengah keramaian yang mengerikan.
Belle dan Lucas berlari menghampiriku, kini kami berdiri berempat, para tamu undangan berlari keluar mencari sumber suara tembakan itu dari mana.
"Tenanglah sayang, ayo kita keluar"
"Jangan panik, ayo kita keluar mencari suara itu datangnya dari mana"
Lucas membawa kami keluar, penuh dengan kerumunan para tamu undangan , tiba-tiba lampu mati dan berubah menjadi gelap semuanya .
'Dimana Jake' batinku, badanku bergetar air mataku mengalir tiba-tiba , terlintas pikiran membayangkan Luke bersamaku memegang tanganku disaat dirinya membawaku keluar saat acara yang dibuat oleh Belle dulu.
"Kate, awassss"
Aku berteriak melihat seseorang mengarahkan pistol pada Kate, aku berniat menarik tangan Kate, orang misterius itu menggunakan dress merah ketat dan pendek , rambut ikal pirang, seorang wanita, siapa orang itu?.
Kate terjatuh, Belle menolongnya, Lucas menutupi kami tak lama kemudian wanita itu tidak terlihat lagi.
"Kau baik-baik saja Kate?"
Tanya Belle pada Kate, Kate hanya mengangguk sedikit panik, tapi segera berdiri membetulkan pakaiannya.
"Tenang saja, Belle jaga Emma, aku akan pergi"
"Mau kemana Kate?"
"Tenang saja aku akan segera tau siapa dia, tunggu saja disini"
"Dimana Jake?"
Pertanyaan itu yang selalu keluar dari mulutku, kenapa Jake tidak kembali dari tadi , aku sangat khawatir dengannya , apa yang terjadi dengannya.
****
Aku melihat Kate berlari dengan hebatnya , aku tidak menyangka Kate terlihat lincah saat berlari dan benar-benar tak kusangka Kate mengeluarkan sebuah pistol dari tas kecilnya , aku membulatkan mataku.
Tiba-tiba seorang wanita itu muncul dibelakangku dan Belle, menarik tanganku dengan kasar.
Aku terkesiap genggaman tanganku dengan Belle terlepas , Belle terjatuh aku berteriak dan memutar kepalaku melihat wanita yang ada dibelakangku.
"Si..siapa kau?"
Aku tergagap, aku benar-benar seperti tawanan yang disandera , gaun putihku yang tadinya indah menjadi berantakan.
"Diam disitu Kate, atau wanita yang 'sangat beruntung' ini akan mati ditanganku"
Aku bergetar, pistol yang ada ditangannya diarahkan kebagian kepalaku, aku merasakan benar-benar kacau, perasaanku terguncang saat itu, aku merasakan takut yang luar biasa.
"Ohhh b***h bisakah kau berlaku layaknya wanita berkelas, aku menurunkan pistolnya dan kau juga, jangan menjadi w************n!!!"
"Okey kalau begitu, tapi sebelum itu aku akan melakukan ini"
Wanita itu menjambak rambutku, aku kesakitan dan benar-benar kesakitan, Lucas mau berlari kearahku tapi tangan kirinya yang memegang pistol itu menjadi kearah Lucas.
"Kumohon jangan kesini Lucas"
Aku menangis.
"Ouhhh sangat manis, kau tau Jake-mu bisa saja tidak membantumu"
"Apa maksudmu"
Suaraku serak.
"Jangan dengarkan wanita gila itu Emma"
"Haha , tapi sayangnya Jake tidak akan datang kemari, Tyler sudah bersamanya sejak dirinya pergi darimu tadi"
Aku terkejut, benarkah, kemana Jake, tapi siapa sebenarnya wanita pirang ini.
"Dengarlah Irina, kau sampai kapanpun tidak akan bisa hidup bersama Jake, Jake membencimu kau adalah w************n yang benar-benar tidak ada harganya sedikitpun"
Apa??? Wanita ini menginginkan Jake, dan aku tidak pernah tau kisah itu, apakah dia adalah mantan Jake , mengapa Jake tidak pernah bercerita padaku.
"Tapi sayangnya , dia akan bersamaku mulai sekarang, jangan senang dulu dan maafkan aku nona Steel, Tyler sahabatmu akan melakukan segalanya untuk bisa menghabisi Jake"
"Kalian semua sangat bodoh, Tyler sangat dendam kepada Jake , dan begitu beruntung Jake membanya kerumah sakit hahaha dan sekarang dendamnya akan terbalaskan"
Wanita itu terus saja mengoceh membuatku benar-benar sakit dibagian kepalaku.
Tidak lama kemudian , GEDUBRAK!!!! Aku mendengar suara pukulan yang sangat keras, Irina siwanita pirang itu terjatuh.
Jake memukulnya dari belakang, Irina pingsan, Jake menangkapku dan memelukku.
"Kau tak apa? Maafkan aku lama menolongmj, aku harus menyelesaikan si bodoh Tyler itu"
Aku menggeleng dan menatap matanya yang gelap, Kate mendekatiku.
"Ada apa sebenarnya ini semua? Siapa wanita ini?"
"Pedro , bawa wanita gila ini ke hutan, jangan biarkan dia kembali kekota ini"
Jake berbicara kepada salah satu bodyguardnya.
"Ayo kita pergi dulu dari sini, suasana sangat tidak aman"
Jake membawaku pergi, Kate, Belle dan Lucas mengikuti kami.
Mobil kami terlihat konvoi , satu buah mobil SRT hitam berjalan duluan didepan mobil Range Rover milik Jake, Bentley SUV Silver Dibelakang terlihat Belle dan Lucas, Kate dengan mobil Audi A8 merah miliknya, luar biasa, penjagaan kami sangat ketat , dibelakang mobil Kate ada SUV hitam entahlah mobil siapa sepertinya salah satu bodyguard Lucas.
"Maafkan aku sayang, aku meninggalkanmu tadi"
"Aku takut Jake"
"Aku tau , maafkan aku telah melakukan sesuatu pada sahabatmu Tyler"
"Apa yang kau lakukan"
"Dirinya ingin memukulku tadi, tapi sayangnya aku melihat aksinya dari pantulan kaca yang memperlihatkan jelas kalau dirinya mau melukaiku, jadi dengan cepat aku berbalik dan memukulnya, lalu dirinya terjatuh aku tidak yakin apakah dia masih hidup"
"Benarkah??? Tyle, kenapa kau nekat seperti ini?"
Aku bersuara pelan, aku benar-benar tidak menyangka pada sikap Tyler.
"Siapa Irina?"
"Wanita gila"
"Maksudmu?"
"Dia menginginkanku, tapi aku tidak pernah mau dengannya"
"Apakah dia salah satu teman tidur satu malammu?"
Aku bertanya dengan polosnya, tapi sangat ingin tau tiba-tiba aku merasa cemburu dengannya.
"Hampir"
Jawab Jake singkat.
"Apa yang kau lakukan dengannya sampai dirinya berusaha ingin melukaiku? Aku yakin kau sudah melakukan hal lebih dengannya , katakan padaku Jake"
Tidak lama kemudian mobil kami berhenti sebelum Jake menjawab pertanyaanku, dan membuatku sangat penasaran.
Kami sampai disebuah Villa besar , berada diatas bukit yang sangat indah, Villa itu benar-benar bagus, warna cat seluruhnya putih, aku dan Jake keluar dari mobil, Jake membukakan pintu mobilku, semua orang keluar dari mobil mereka masing-masing.
"Ayo masuk, biar kita bicara didalam"
Jake mengangkatku, aku terkejut dengannya , Jake menggendongku dengan ala bridal style, mengingatkanku pada Luke.
Jake menaruhku disofa putih sangat nyaman rasanya, semua terlihat duduk menegang.
"Kau dalam bahaya Jake"
Lucas memulai pembicaraan, mata Belle terlihat sangat cemas, Kate menegang.
"Aku bisa mengendalikan ini semua, jangan khawatir"
"Aku akan membantumu"
"Jangan, kau harus menjaga Emma"
"Tapi Jake"
"Aku tidak menyelesaikannya malam ini juga , biarlah mereka selamat malam ini"
"Jadi siapa sebenarnya wanita tadi?"
Belle bertanya dan menyipit kearah Jake.
"Irina Cyrus , kau tau aku dulu bagaimana kan, tapi aku benar-benar tidak pernah memakai hati lada wanita manapun selain Emma. Aku tidak pernah tidur dengannya , lagipula dirinya yang selalu menginginkanku, sekali dua kali aku pergi bersamanya, tapi aku tidak pernah melakukan apa-apa, pernah aku membawanya pulang ketika suatu malam dirinya mabuk bersamaku, tapi aku tidak pernah mempunyai nafsu pada wanita itu setelah aku menyadari kesalahanku terhadap Emma"
"Irina marah karena selalu aku abaikan, bahkan setiap kali dirinya menyentuhku aku menghindar aku pernah berkata kasar padanya saat itu, dan sebulan sebelum pernikahanku dengan Emma dirinya bertemu denganku, dirinya tau semua rencana pernikahanku, Irina marah"
Kami semua mendengarkan dengan tenang, rasa cemburuku memuncak saat itu tapi itu hanyalah sebuah masa lalu Jake , tapi tetap saja sekarang dirinya berusaha untuk melukaiku.
"Tapi dirinya akan melukaiku demi mendapatkanmu Jake, mengapa kau tidak pernah ceritakan padaku tentang ini sebelumnya?"
"Karena aku tidak pernah menganggap dirinya ada Emma"
"Emma , Jake benar seseorang yang tidak pernah dianggap didalam hidup seseorang tidak perlu selalu diungkit dan dipermasalahkan, mereka akan hilang dengan seiringnya waktu, kita hanya saja harus berhati-hati dengan w************n itu"
"Seseorang yang tidak penting itu tidak perlu diceritakan dia akan berlalu begitu saja didalam fikiran dan hidup seseorang , beda halnya dengan seseorang yang begitu berarti selama apapun seseorang itu jika dirinya berarti pasti akan selalu diperjuangkan sampai akhir hidup seseorang itu sama halnya seperti Luke mendapatkanmu sampai akhir hidupnya dan Jake akhirnya memilikimu seperti sekarang"
Aku meneteskan air mataku, Kate benar.
____