Love

3149 Kata
Semua orang sudah pergi, aku hanya bersama Jake suamiku di Villa yang mewah itu.  "Apa yang sedang kau fikirkan sayang?" "Tidak ada" Aku memberikannya setengah senyuman dari wajahku, aku saja sebenarnya tidak tau sedang memikirkan apa? Aku menatap wajah Jake suamiku, wajahnya begitu mendamaikanku sekarang, dulu dia menjadi ketakutanku tapi sekarang dia adalah kedamaianku.  "Matamu berbicara padaku kalau kau sedang sedih, benar kan?" Jake menggodaku menyipitkan matanya , lalu mencium keningku dan menarikku kedalam pelukannya, kepalaku terbenam didalam dadanya yang keras.  "I'm okay don't worry babe" Jawabku , berusaha menjadi istri yang tenang jika bersamanya karena dia aku harus berusaha mencintainya dengan setulus hatiku walaupun Luke tidak bisa terganti aku harus benar-benar jatuh cinta juga dengan Jake, yang jelas rasa tenang jika bersamanya sudah kudapatkan darinya. "Ayo kita tidur" "Kau hanya mengajakku tidur saja?" "Apa yang sedang kau fikirkan?" Aku menatap matanya dalam-dalam , sepertinya mata gelapnya akan menjadi candu untukku, seringainya membuatku bergetar, wajahku memerah.  Jake mengangkatku untuk kedua kalinya menuju kamar kami, menaruhku diatas kasur, bahkan aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Jake selama aku bersamanya lagi. Jake mencium keningku, lalu mencium kedua mataku, hidungku, pipiku, aku merasakan bibir lembutnya mendarat di bibirku.  Bibir kami bertemu Jake memberikanku ciuman yang menggodaku sehingga aku dibuatnya sangat nafsu dari bibirnya, aku melahap bibirnya seakan aku lapar akan dirinya.  Jake melepas bibirnya lalu meluncur kearah daguku,leherku aku terkesiap merasakan geli dibagian leherku tapi nikmat, Jake menyentuh kulitku, tubuhku memanas , aku merasakan diantara kedua pangkal pahaku memanas dan memgeluarkan cairan, aku basah karenanya .  Aku sesekali mengintip Jake melakukan pekerjaannya pada tubuhku, bibirnya meluncur kebagian bawah tubuhku, tubuh ini yang dulunya merusakku tapi sekarang tubuh ini yang membuatku nyaman.  Lidah Jake sampai kebagian pangkal pahaku, lalu menuju kebagian tengah dalam diriku. "Kau begitu siap untuk ini sayang" "Aku sudah lama menunggunya"  Aku memang sudah menunggu Jake melakukan ini padaku tapi aku heran dengan dirinya mengapa Jake tidak pernah melakukannya padaku padahal aku sudah dekat dengannya.  "Aku menyukai aromamu sayang, ini sangat lezat" Aku gemetar mendengar Jake mengucapkan kata-kata itu, aku sangat basah, lidah Jake mendarat ke miss V ku , aku terkesiap merasakan panas lidahnya menyentuh bagian dalam tubuhku. Matanya menatapku dan mataku bertemu dengan tatapan panasnya, aku merasakan nafsuku memuncak. "Jangan buat diriku puas terhadapmu" Aku melihat dirinya masih berpakaian lengkap, Jake menuju kearahku, aku duduk dihadapannya, membuka T-shirt putihnya Jake mengangkat kedua tangannya, aku menatap dadanya yang sangat bidang, menyentuhnya dengan lembut, terlintas bayanganku tentang Luke, tapi tidak aku bersama suamiku sekarang, Jake.  Aku mencium kotak-kotak dibagian perutnya, Jake berbaring aku berada diatasnya sekarang. Aku mencium lembut keningnya, matanya, hidungnya dan bibir lembutnya, aku mengarahkan ciumanku kebagian perutnya lalu kebagian bawah dirinya, dirinya sudah begitu keras dan menegang, ahh terlihat begitu siap untukku. "Kau sangat besar dan keras" "Aku menunggunya"  "Lakukanlah" Aku memintanya, Jake membalik badanku berada diatasku sekarang.  Memasukkan miliknya kebagian dalam tubuhku, aku terkesiap menatap mata gelapnya yang memancarkan sinar panas padaku. "Apakah sakit?" Aku menggelengkan kepalaku. "Tidak, rasanya begitu nikmat, teruskanlah sayang" Jake meneruskan goyangannya pada tubuhku, menggoyangkan pinggulnya dinaik turunkan goyangannya dan sampai akhirnya kami merasakan nafsu memuncak.  "Babe i wanna come" "Coming for me babe, come together" Aku berteriak ketika merasakan klimaks yang nikmat Jake mengerang keras , Jake mengeluarkan spermanya didalam tubuhku. Jake dan aku saling tatap berciuman lembut. "Aku mencintaimu Emma" "Aku juga mencintaimu" Jake memelukku, aku jatuh tertidur didalam pelukan Jake , aku membenamkan kepalaku didalam dadanya , aroma tubuhnya yang harum begitu menenangkanku. ____ Disisi lain Jake William Forbes "Luke , jika kau melihatku maafkan diriku yang masih melibatkan Emma kedalam suatu masalah, aku akan berjanji Emma akan selalu bersamaku, dan aku akan terus menjaganya aku tau kita sudah tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi saudara yang sesungguhnya" "Aku merindukanmu saudaraku, aku telah melihatmu sekarat dan ketika kau melihatku sekarat nanti kuharap kau menyentuhku, kita melalu jalan yang berbeda , dan menempuh jalan yang berbeda,jika aku bisa memberikan jantungku untukmu , maka akan kuberikan padamu tapi itu hal yang mustahil, kau menolaknya , aku akan menjadi orang yang tetap mengingatmu selamanya dan karena begitulah adanya you're my brother and i love you" Jake berbicara sendiri ketika Emma jatuh tertidur, menatap keluar jendela , memperlihatkan bukit-bukit yang terlihat seksi , Jake tidak sadar meneteskan air matanya, Jake sangat mencintai Luke sebenarnya, tapi jika saja dirinya bisa mengulang kehidupan, dia akan membiarkan dirinya yang sakit. Jake akan menjaga Emma sampai kapanpun, itulah janjinya pada dirinya sendiri , Luke dan Emma.  ____ Aku membuka mataku, Jake tidak ada disebelahku, aku terbangun dan mencarinya, Jake sedang berdiri memandang kearah luar jendela . Aku memeluknya dari belakang, Jake menoleh kearahku.  "Good morning babe" "Good morning my hottest husband" "Tidur nyenyak?" "Nyenyak dan lebih baik" Aku tersenyum memandangnya, wajahny terlihat sedikit murung. "Ada apa denganmu wajahmu terlihat sedih" "Aku hanya sedang merindukan Luke" Aku bergetar mendengarnya, tapi ada baiknya aku tidak membahas Luke dengannya. "Aku mau mandi, mau ikut mandi bersamaku?" Aku menggodanya, Jake berseringai padaku, ohh aku menyukainya.  "Kau menggodaku?" "Tidak , aku hanya menginginkanmu lagi ayo mandi" "Kau membuatku mengeras" "Sudah sewajarnya" Jake mengangkatku dibahunya, lalu membawaku ke kamar mandi.  ___ Aku dan Jake sarapan bersama dimeja makan berinterior putih dan biru laut satu ruangan dengan ruang keluarga yang luas , interior Villa yang dominan berwarna putih dan biru laut , membuatku merasa tenang berada di Villa.  "Nikmati makannya, hari ini kita akan pergi" "Kemana?" "Let's see" Jake menyipitkan matanya dan menyungginkan senyumannya menggodaku.  "Okay aku menurut" "Kau begitu manis" Aku hanya membalasnya dengan tersenyum manis dan terlihat sedikit manja.  Kami melahap makanan yang ada dimeja makan, para pelayan menghidangkan bacon,spagethi,dan salad sayur yang lezat.  ___ Kami sudah siap untuk pergi, sebuah mobil SUV hitam sudah siap membawaku dan Jake. "Kita dengan supir?" "Iya sayang" "Mau kemana?" "Maldives" Aku terkejut mendengarnya, kita membutuhkan jarak tempuh yang sangat jauh menuju kesana.  Jake memberikanku seringai andalannya yang dapat membuatku bergetar, aku menatapnya dan menikmatinya, dia suamiku yang luar biasa.  ___ Laut biru yang begitu sempurna sangat transparan mempertontonkan keseksian laut, Five Season Luxior memberikan kamar dalam bungalow yang nyaman berlokasi persis di depan pantai. Five Season Luxior Presidential Villa dengan fasilitas tiga kamar ini berlokasi persis di depan pantai pribadi yang menghadap Laut biru yang begitu seksi Kamar mandinya dirancang dengan gaya hutan alami dengan bak mandi air panas dan kolam renang yang menyatu dengan laut ,Setiap ruangan dilengkapi dengan kaca jendela  yang dapat dibuka untuk menikmati kesegaran dari udara Maldives Island yang menenangkan.  "Jake , ini luar biasa sangat cantik" "Menurutku kau yang tercantik didunia ini" "Kau menggodaku" Jake menggodaku lalu menarik tubuhku kedalam pelukannya, ah aku menyukai itu setiap Jake melakukannya.  "Mau berenang?" "Dengan senang hati" Aku memakai smocked bikini biru laut bercorak putih, memperlihatkan keseksian tubuhku, aku memandang kearah Jake memakai celana renang berwarna biru tua, bertelanjang d**a terlihat sangat seksi.  "Kau begitu indah, laut bisa iri memandang keseksianmu" "Kau ada-ada saja , jangan terus menggodaku" Aku berjalan kearahnya dan mencium bulu-bulu halus yang tumbuh dibagian tulang pipinya .  "Let's go , don't make me feel" "I love too make you" Jake mengangkatku tiba-tiba membuatku tersontak kaget dan tertawa dengan kelakuannya.  "Turunkan aku sayang" "Aku tidak tahan memandangmu berjalan" "Kau selalu tidak bisa menahannya jika bersamaku kan?" Jake memukul lembut pantatku, kami sampai didepan tepi pantai Maldives yang begitu bening ada dua kapal pesiar yang sudah menungguku dan Jake. "Good morning sir, i was waiting you" "Good morning, yaaa thankyou let's we go" Seorang lelaki tua sudah menanti kedatangan kami dan siap membawa kami ketengah laut .  Jake menarik pinggulku tubuh kami bersentuhan lalu berjalan menaiki kapal persiar putih dan cokelat itu.  Lautnya begitu indah, langit yang cerah pemandangan yang sangat eksotis untuk dipandang berdua bersama Jake, angin menampar lembut rambutku , rambut Jake terlihat berantakan , aku menyukai dirinya yang santai .  Kami berdua berhenti di tengah pulau kecil, Jake membawaku menuju pulau kecil itu, bersiap-siap untuk menyatukan tubuh kami dengan laut yang bening .  Kami menenggelamkan tubuh kami bersama, berenang bersama airnya begitu dingin , Jake sesekali menarik tanganku untuk mendekatinya , aku menurutinya , Jake mencium lembut keningku didalam laut yang terlihat seperti kaca. "What you feel babe?" "You know what i feel" Aku menjawabnya dan mengedipkan mata padanya lalu berenang menjauhinya.  Jake mengejarku, kami bermain-main didalam laut indah itu. ____ Jake berdiri dihadapan kaca besar yang ada didalam kamar mewah kami, Jake tidak memakai pakaian ditubuhnya mempertontonkan tubuh berwarna gelapnya yang begitu seksi , memakai celana pendek santai berwarna hitam, membalikkan kepalanya menatapku.  Aku yang sedang memakai kemeja putih tak ku kancing, pakaian dalam Victoria's Secret berwarna merah ,  blue hot pants memperlihatkan kaki jenjangku, aku sangat menyukainya , rambut yang kugulung keatas.  "Kau begitu cantik" Jake berjalan kearahku , menyentuh lembut pipiku lalu menciumku dengan lembut.  "Kau terlihat sangat menggairahkan" Aku mendesah pelan. "Ayo kita makan" "Baiklah" Aku menurut , perasaanku mulai panas dengan tubuhnya yang begitu seksi, Jake mengambil kemeja putih miliknya lalu dipakai begitu saja untuk menutupi tubuhnya.  Hari sudah mulai gelap, aku terkejut melihat dinner table berbentuk bulat dibalut dengan kain putih dan dihiasi lilin-lilin berwarna emas, satu bucket mawar putih besar, dua gelas wine putih , ini begitu indah dan romantis , tidak ada orang satupun disana hanya ada aku dan Jake, dan beberapa orang pelayan yang siap memberikan kita makan malam.  Angin lembut pantai membuatku sedikit gemetar , wajahku memerah karena kejutan dari Jake . "Kau membuat semuanya?" "Ini untukmu" Jake membawaku duduk dan menarik kursi untukku.  Menarik tanganku dengan lembut, memberikanku sebuah gelang mutiara yang sangat cantik , cincin yang bermatakan mutiara  kecil, lalu memakaikannya padaku, dan mencium lembut ruas-ruas jariku.  "Jake" "Hmmm" Jake bergumam dihadapanku , matanya terus menatapku tak berkedip dan terus memandangku, aku benar-benar terkejut dengan semua kejutannya.  "Maafkan aku baru sempat memberikanmu kejutan seperti ini" "Aku tidak pernah meminta kejutan apa-apa darimu, aku memilikimu saja itu sudah sebuah kejutan yang luar biasa dihidupku, thank you my Mr. Rude" "Apakah aku akan selalu menjadi Mr. Rude untukmu?" Aku menggeleng lembut, Jake yang duduk dihadapanku menarik lembut daguku lalu mendaratkan sebuah ciuman manis dibibirku.  Dua orang pelayan mengantarkan kami makan malam berbau sangat lezat.  ___ Sudah tiga hari aku dan Jake menghabiskan waktu di Maldives , dan mungkin ini hari terakhirku dengannya berada ditempat yang begitu tenang ini.  "Kita akan kembali malam ini ke Seattle" "Ini terlalu cepat untuk meninggalkan tempat seindah ini" "Aku tidak akan kehilangan waktu untuk mendapatkan sesuatu yang indah didalam hidupku, yaitu kau" Aku memerah, Jake terus saja memberikanku kata-kata manis yang selalu keluar dari mulut seksinya .  "Kau juga lelaki terindah yang sudah bersedia untuk menghabiskan waktunya untuk wanita sepertiku"  "Kau pantas mendapatkannya sayang" "Thank you" "Don't say" "I love you so much my Mr. Rude" "I love you so much my sweet baby"  ____ Aku dan Jake sudah kembali ke Seattle , kembali ke rumah miliknya .  "Kita akan tinggal disini sekarang, kau tidak keberatan kan?" "Tidak , aku akan selalu siap tinggal dimana saja bersamamu" "Emma, terima kasih sayang" "Sama-sama"  Aku membawa Gail ikut bekerja denganku dan tinggal dirumah Jake, karena hanya dirinya yang bisa dekat denganku diantara pelayan lainnya.  Disaat aku membuka kamar , Iphone milik Jake berbunyi aku melihat layar yang menyala sebuah panggilan telpon . 'Mr. Travis' Aku berniat mengangkatnya tapi Jake tiba-tiba datang dan meraih Iphone miliknya, saat dirinya mengangkat telpon dari orang itu wajah Jake tiba-tiba menegang. ___ "Siapa yang menelpon?" Ingin tau , Jake hanya memberikanku senyuman manisnya dan mencium pipiku. "Rekan kerjaku"  "Are you okay?" "Yeah i am, babe don't worry" Aku mengangkat kedua bahuku mengabaikan tentang siapa yang menelponnya barusan. "Ayo kita sarapan, aku sudah lapar" "Aku harus pergi kekantor sayang, kita makan siang bersama" Aku hanya menatapnya yang sedang terburu-buru bersiap pergi , mungkin pekerjaan penting , pikirku . "Okay" Aku membantunya memperbaiki dasi hitam miliknya , kemeja abu-abu tua licin membuatnya terlihat begitu tampan, aku selalu menyukai aroma tubuhnya yang bisa melemahkan syaraf-syaraf kakiku.  "Baiklah, aku pergi sekarang sayang, love you" "Love you too, take care" "Meet me laters baby" Aku hanya menatap kepergiannya yang meninggalkanku sendirian didalam kamar kami. Dirinya begitu terburu-buru , aku melihatnya pergi dari jendela kamar kami terlihat Range Rover miliknya pergi. Dan akhirnya aku makan sendirian hanya ditemani Gail yang sedang asyik bolak-balik sambil melakukan pekerjaannya.  ___ -sudah merindukanmu- Pesan masuk dari Jake , aku tersenyum melihat isi pesannya baru satu jam dia pergi meninggalkanku.  -begitu juga aku, menunggumu- Aku menekan tombol send membalas pesan singkat suamiku.  -aku akan menjemputmu jam dua belas ,wait me babe, love you- -i will-  Baru sebentar Jake pergi bekerja aku sudah begitu merindukannya, aku hanya bingung biasanya dirinya membawaku dengannya tapi kali ini tidak. Jake tidak membalas pesanku lagi, mungkin dirinya sibuk, aku mengabaikannya dan mencoba mencari pakaian yang akan ku kenakan makan siang bersamanya nanti. ___ Aku menunggu Jake menjemputku, aku sudah siap mengenakan dress pendek hitam , tak berlengan mengoleskan sedikit eyeliner dan mascara dibagian kelopak mata dan bulumataku, lipstik berwarna nude dibibirku, menyemprotkan parfum dibagian leher dan nadiku, aku siap menunggu Jake menjemputku.  Sudah jam sebelas kurang sepuluh menit, Jake belum juga datang, tiba-tiba bel pintu luar berbunyi.  Gail cepat-cepat menuju pintu luar untuk membukakan siapa yang datang. "Paul menjemput anda"  Paul adalah salah satu supir Jake , mulanya aku bertanya-tanya kenapa Jake tidak menjemputku, tapi kupikir mungkin dirinya sibuk.  "Baiklah, terima kasih Gail, aku pergi dulu" Gail tersenyum renyah padaku.  Paul tidak banyak berbicara, Paul membukakan pintu mobil untukku dan masuk kekursi belakang SUV hitam milik Jake .  Aku membuka ponsel milikku, Jake mengirimkanku pesan singkat. -maafkan aku tidak bisa menjemputmu, aku menantimu- -kau membuatku khawatir- -hanya sedikit sibuk- Aku tidak membalas pesan Jake, balasan Jake terlihat singkat aku merasakan ada hal yang disembunyikan Jake dariku.  "Sudah sampai Nyonya William" "Oh iya , terima kasih" Paul membukakan pintu  Bentley SUV hitam itu, aku keluar langsung menemui Jake.  Pelayan membukakanku pintu dan tersenyum padaku.  "Selamat siang Nyonya William Tuan William sudah ada di meja 19 mari saya antarkan" Seorang pelayan wanita memakai baju hitam dan rok hitam pendek, membawaku bertemu dengan Jake . Aku melihat Jake duduk dimeja dekat dengan pemandangan kolam mewah , Jake melihatku dan berseringai kearahku lalu berdiri ketika aku berjalan mendekatinya.  Pelayan itu pergi meninggalkan kami berdua .  "Aku merindukanmu sayang"  Aku mendaratkan ciuman lembut dipipinya, dan berbisik ditelinganya. "Aku juga merindukanmu" Jake menarikkan kursi untukku, aku duduk berhadapan dengannya, kami menikmati makan siang bersama, sesekali kulihat wajahnya kadang-kadang terlihat sedikit menegang mata gelapnya terlihat sedikit redup.  Kami menikmati beef steak lezat dan white wine menu makan siang yang begitu nikmat.  "Bagaimana pekerjaanmu?" Akhirnya aku bertanya padanya , Jake mengankat kepalanya lalu menatapku.  "Semua berjalan lancar sayang" "Kau terlihat berbeda hari ini, ada apa?" Jake menatapku diam, dan tersenyum sedikit memaksa kelihatannya. "Mungkin karena pekerjaan banyak hari ini" Aku tidak pernah melihat Jake sibuk dengan pekerjaannya sebelumnya, tapi hari ini aku melihat Jake berbeda .  "Baby don't worry i'm fine" Jake menarik tanganku dan mencium ruas-ruas jari tanganku, aku tersenyum padanya , tapi matanya masih terlihat sendu.  "Baby" Panggil Jake ketika kami sudah selesai dengan makan siang, aku berdiri dari kursiku dan menatapnya, memegang sebuah kotak kecil yang ada ditangannya. "Ini untukmu" Jake membuka kotak kecil itu terlihat sebuah gelang emas putih dengan bandul mutiara kecil dan berlian dipinggirannya, Jake begitu suka memberiku perhiasan berupa mutiara sepertinya.  "Ini sangat cantik Jake" "Tidak secantik dirimu" "Kau menggodaku terus-terusan"  Jake berseringai lalu menarikku kedalam pelukannya dan mencium kepalaku.  "Jangan terus-terusan memberiku kejutan, aku hanya menginginkan dirimu" "Aku suka melakukannya , jangan terus menolaknya" Jake membawaku pergi dari restaurant mahal itu.  ___ Jake mencium lembut bibirku, memelukku dengan lembut dan erat diranjang milik kami yang berukuran king size . Aku menikmati setiap gerakan tubuhnya yang menyentuhku, aku merasakan panas ditubuhku , kami menegang, aku mengerang pelan.  "Tetaplah bersamaku sayang" "Aku akan selalu bersamamu" Jake melanjutkan sentuhan lembutnya lidahnya bergriliya di leherku dan menuju bagian dadaku.  Sampai akhirnya kami berhubungan intim begitu panas lalu jatuh tertidur .  ___ Aku membuka mataku, Jake terlihat sudah rapi dengan kemeja linen putihnya , aku tetap berada diranjang hanya selimut putih menutupi tubuhku.  "Ini masih sangat pagi" Aku mengejutkannya lalu dirinya menolehkan kepalanya melihat kearahku. "Kau sudah bangun?" Sambil memberikan senyuman padaku , Jake sambil merapikan dasinya lalu berjalan kearahku dan mencium bibirku lembut. "Ada pekerjaan penting, seorang rekan bisnis dari Miami datang pagi ini" Aku menghela nafas , diluar terlihat langit sangat gelap sepertinya hujan akan mengguyur kota Seattle. "Hujan akan turun, jangan ngebut" "Iya sayang aku akan berhati-hati" Jake buru-buru pergi meraih jas hitam miliknya yang hanya ditentengnya ditangan tidak dipakai.  Aku menatap jendela hujan sudah mulai turun membasahi kota Seattle, sudah lama aku tidak melihat hujan turun .  Aku segera mandi dan berpakaian , setelah mandi aku mengenakan dress pink terlihat sangat pas ditubuhku aku bertelanjang kaki didalam rumah aku suka melihat tubuhku dan merasa seksi.  Gail datang kekamarku . "Aku membuatkanmu pancake ayo makan" Aku siap meluncur ke kitchen set untuk sarapan, perutku juga sudab mulai merasa lapar.  "Aku akan segera turun Gail" Hujan masih saja terus turun, begitu deras dan gelap , suara guntur memecahkan suasana yang sepi.  Aku memikirkan Jake , dirinya pasti sudah sampai di kantornya .  Aku mengirimkannya pesan singkat. -semangat bekerja, love you- Tapi tidak ada balasan darinya, biasanya Jake langsung membalas pesanku, aku mengabaikan rasa khawatirku, mungkin dia memang begitu sibuk.  -jangan lupa makan jika kau sudah tidak sibuk, jangan sampai kau kelaparan- -aku bahkan sudah 'kelaparan' setiap kau menghubungiku-  Aku tersenyum membaca balsan singkat Jake , yang dimaksud 'kelaparan' dengannya adalah , melahap tubuhku dengan rakusnya. -aku juga, i love you- -i love you too-  Aku tidak membalasnya lagi, setidaknya aku sudah mendengar kabar darinya. **** Aku memandang keramaian kota Seattle dari atas teras rumah Jake, sudah jam delapan malam tapi Jake belum juga pulang, aku menantinya dengan sedikit cemas.  Diluar masih dengan cuaca yang sama hujan deras mebasahi seluruh kota Seattle pusat-pusat kota terlihat terang dan berembun akibat air hujan, dimana Jake, bahkan dirinya tidak ada mengiriku kabar.  Aku mencoba menelpon nomornya , tapi tidak aktif.  "Anda ingin saya buatkan sesuatu untuk menghangatkan tubuh anda?" Aku menoleh kebelakang Gail datang dan menawarkan sesuatu, aku menggelengkan kepalaku.  "Tidak usah Gail, terima kasih"  "Baiklah jika kau perlu sesuatu panggillah saya" "Iya Gail"  Gail pergi meninggalkanku, cuaca begitu dingin angin dan air hujan mengenai tubuhku , aku memakai sweater putih tebal menutupi tanganku dan celana jeans biru memakai sendal jepit untuk mengurangi rasa dinginku.  "Kenapa tidak seperti biasanya Iphone milik Jake tidak bisa dihubungi" Aku berbicara sendiri, benar-benar khawatir aku masuk kedalam duduk dishofa putih berbantal biru laut aku memeluknya , aku merasa ngantuk dan tertidur.  Aku terbangung dengan sendirinya melihat jam didinding menunjukkan jam satu dini hari Jake tetap belum pulang, ada apa ini, tanyaku dalam hati.  "Nyonya kau tertidur, sebaiknya anda pindah kekamar" "Apakah Jake belum pulang daritadi?" "Belum" Denyut jantungku sedikit melemah , dimana Jake dia bahkan tidak memberiku kabar.  Aku pergi menuju kamarku dengan langkah gontai, berharap Jake baik-baik saja .  ___ Aku terbangun dipagi hari dan tetap sama Jake belum juga pulang , sisi kiriku masih terlihat rapi aku mencoba menelponnya lagi tetap sama Iphone miliknya tidak aktif .  Aku mandi dengan cepat menggunakan dress pendek bewarna biru muda berlengan pendek .  Aku benar-benar merasa khawatir dengan Jake tidak biasanya dia meninggalkanku dengan waktu lama semenjak dirinya menerima telpon dari Mr. Travis itu dirinya berubah. "Nyonya makanlah dulu" Gail mendatangiku kekamar , membawakanku satu nampan berisikan nachos dan s**u putih , aku tidak lapar jika hatiku gelisah.  "Aku letakkan saja disini, aku pergi dulu" Gail meletakkannya diatas meja putih yang berada disebelah ranjang, aku hanya menatapnya , air mataku tiba-tiba mulai keluar dengan sendirinya , emosiku mulai tidak stabil .  "Dimana Jake?" Aku bertanya pada diriku sendiri sambil merasakan air mata yang terus saja mengalir dipipiku, biasanya Jake yang menenangkanku ketika aku menangis atau merasa gelisah dan ketakutan, ini baru satu hari dia tidak ada kabar dan aku benar-benar merindukannya. ___ "Dimana Emma?" Aku mendengar suara Kate mendekat kekamarku dan sepertinya sedang bertanya pada Gail dimana diriku. Aku menoleh saat dan melihat Kate berdiri diambang pintu kamarku, Kate berjalan masuk menuju kearahku. "Ada apa denganmu?" "Dimana Jake ?" Hanya itu saja yang bisa ku ucapkan dari mulutku, kupikir Kate pasti tau dimana Jake . "Aku bahkan kemari ingin menemuinya , aku sudah mempunyai janji dengannya sebelumnya untuk bertemu dengan Mr. Travis"  Aku menatap Kate, dirinya ternyata mengenali Mr. Travis . "Bisakah kau memberitahuku siapa Mr. Travis?" "Kupikir kau sudah mengetahuinya Emma?" Aku menggeleng, Kate menatapku bingung .  "Seorang detektif , Jake menyuruhnya untuk memata-matai Irina dan Tyler , seharusnya kau sudah mengetahuinya" "Aku belum mengetahui apa-apa dari Jake, sudah satu malam Jake belum pulang dirinya bilang sibuk dengan urusan pekerjaannya" Kate sejenak terdiam mendengarku berbicara, aku berharap Kate bisa memberitahuku sesuatu.  "Dengar Emma, jangan khawatir Jake pasti akan segera kembali, aku akan bersamamu" Aku menyunggingkan senyuman tipisku , merasakan mata sembabku , pipiku yang lembab karena aliran air mata. "Terima kasih Kate" Kate memegang tanganku memastikan bahwa diriku akan baik-baik saja bersamanya. "Makanlah dulu Emma" Aku masih tidak lapar, aku menggelengkan kepalaku. "Aku memikirkan Jake" Kate menghela nafasnya , tiba-tiba suara panggilan masuk dari Iphone miliknya.  "Hallo" Kate terdiam ketika mendengar suara dari sebrang yang menelponnya.  ___
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN