Seattle

3599 Kata
Aku memandang keramaian kota Seattle dari atas teras rumah Jake, sudah jam delapan malam tapi Jake belum juga pulang, aku menantinya dengan sedikit cemas.  Diluar masih dengan cuaca yang sama hujan deras mebasahi seluruh kota Seattle pusat-pusat kota terlihat terang dan berembun akibat air hujan, dimana Jake, bahkan dirinya tidak ada mengiriku kabar.  Aku mencoba menelpon nomornya , tapi tidak aktif.  "Anda ingin saya buatkan sesuatu untuk menghangatkan tubuh anda?" Aku menoleh kebelakang Gail datang dan menawarkan sesuatu, aku menggelengkan kepalaku.  "Tidak usah Gail, terima kasih"  "Baiklah jika kau perlu sesuatu panggillah saya" "Iya Gail"  Gail pergi meninggalkanku, cuaca begitu dingin angin dan air hujan mengenai tubuhku , aku memakai sweater putih tebal menutupi tanganku dan celana jeans biru memakai sendal jepit untuk mengurangi rasa dinginku.  "Kenapa tidak seperti biasanya Iphone milik Jake tidak bisa dihubungi" Aku berbicara sendiri, benar-benar khawatir aku masuk kedalam duduk dishofa putih berbantal biru laut aku memeluknya , aku merasa ngantuk dan tertidur.  Aku terbangung dengan sendirinya melihat jam didinding menunjukkan jam satu dini hari Jake tetap belum pulang, ada apa ini, tanyaku dalam hati.  "Nyonya kau tertidur, sebaiknya anda pindah kekamar" "Apakah Jake belum pulang daritadi?" "Belum" Denyut jantungku sedikit melemah , dimana Jake dia bahkan tidak memberiku kabar.  Aku pergi menuju kamarku dengan langkah gontai, berharap Jake baik-baik saja .  ___ Aku terbangun dipagi hari dan tetap sama Jake belum juga pulang , sisi kiriku masih terlihat rapi aku mencoba menelponnya lagi tetap sama Iphone miliknya tidak aktif .  Aku mandi dengan cepat menggunakan dress pendek bewarna biru muda berlengan pendek .  Aku benar-benar merasa khawatir dengan Jake tidak biasanya dia meninggalkanku dengan waktu lama semenjak dirinya menerima telpon dari Mr. Travis itu dirinya berubah. "Nyonya makanlah dulu" Gail mendatangiku kekamar , membawakanku satu nampan berisikan nachos dan s**u putih , aku tidak lapar jika hatiku gelisah.  "Aku letakkan saja disini, aku pergi dulu" Gail meletakkannya diatas meja putih yang berada disebelah ranjang, aku hanya menatapnya , air mataku tiba-tiba mulai keluar dengan sendirinya , emosiku mulai tidak stabil .  "Dimana Jake?" Aku bertanya pada diriku sendiri sambil merasakan air mata yang terus saja mengalir dipipiku, biasanya Jake yang menenangkanku ketika aku menangis atau merasa gelisah dan ketakutan, ini baru satu hari dia tidak ada kabar dan aku benar-benar merindukannya. ___ "Dimana Emma?" Aku mendengar suara Kate mendekat kekamarku dan sepertinya sedang bertanya pada Gail dimana diriku. Aku menoleh saat dan melihat Kate berdiri diambang pintu kamarku, Kate berjalan masuk menuju kearahku. "Ada apa denganmu?" "Dimana Jake ?" Hanya itu saja yang bisa ku ucapkan dari mulutku, kupikir Kate pasti tau dimana Jake . "Aku bahkan kemari ingin menemuinya , aku sudah mempunyai janji dengannya sebelumnya untuk bertemu dengan Mr. Travis"  Aku menatap Kate, dirinya ternyata mengenali Mr. Travis . "Bisakah kau memberitahuku siapa Mr. Travis?" "Kupikir kau sudah mengetahuinya Emma?" Aku menggeleng, Kate menatapku bingung .  "Seorang detektif , Jake menyuruhnya untuk memata-matai Irina dan Tyler , seharusnya kau sudah mengetahuinya" "Aku belum mengetahui apa-apa dari Jake, sudah satu malam Jake belum pulang dirinya bilang sibuk dengan urusan pekerjaannya" Kate sejenak terdiam mendengarku berbicara, aku berharap Kate bisa memberitahuku sesuatu.  "Dengar Emma, jangan khawatir Jake pasti akan segera kembali, aku akan bersamamu" Aku menyunggingkan senyuman tipisku , merasakan mata sembabku , pipiku yang lembab karena aliran air mata. "Terima kasih Kate" Kate memegang tanganku memastikan bahwa diriku akan baik-baik saja bersamanya. "Makanlah dulu Emma" Aku masih tidak lapar, aku menggelengkan kepalaku. "Aku memikirkan Jake" Kate menghela nafasnya , tiba-tiba suara panggilan masuk dari Iphone miliknya.  "Hallo" Kate terdiam ketika mendengar suara dari sebrang yang menelponnya.  ___ "Ada apa ?" Tanyaku ingin tau sambil menyipitkan mata kepada Kate , Kate menatapku wajahnya sedikit memerah terlihat sedikit gemetar.  "Irina bersama Jake" Tiba-tiba seperti ada sengatan aliran listrik ditubuhku yang menjalar keseluruh aliran darahku, aku menegang , lututku melemah , aku tidak tau harus berbuat apa lagi Kate terdiam dihadapanku.  Kate meraihku dan memelukku, aku terdiam, tatapanku kosong .  "Tenanglah dulu, tadi Mr. Travis bilang Jake bersamanya tadi malam lalu sekarang Jake masih berada di penthouse milik Irina di Detroit" Aku semakin gemetar mendengar Jake berada di Detroit bersama Irina, apa yang sedang dia lakukan bersama wanita itu.  "Apa yang dia lakukan disana Kate? Mengapa Jake pergi bersamanya bukankah dirinya tidak menyukainya?" Kate menghela nafasnya panjang lalu membuangnya dengan cepat.  "Tenanglah dulu, kita tidak tau apa yang sedang direncanakan Jake untuk w************n itu, dan kuyakin pasti Jake tidak akan melakukan apa-apa dengannya" Kate memegang tanganku yang dingin dan gemetar, suaraku serak aku frustasi memikirkannya .  "Apakah Mr. Travis selalu memata-matainya? Maksudku apakah Mr. Travis selalu berada disana untuk melihat keadaan?" "Iya Emma, kau harus tenang biarkan saja Jake mengurus semuanya dulu, karena setahuku Irina adalah wanita yang pantang menyerah dengan apa yang diinginkannya, Jake takut dirinya nekat menyakitimu"  Aku terdiam aku mencoba tenang , kepalaku terasa sakit, sepertinya emosiku akan kambuh jika berpikir terlalu keras, Kate terus saja mencoba menenangkanku.  "Kau harus makan lebih dulu, ah aku tau aku akan membuatkanmu cokelat panas" Aku menatapnya, aku meraih gelas yang berisi cokelat panas yang dibuatkan dengan Kate, rasanya tidak seenak buatan Luke dan Jake , aku menangis lagi.  "Ohh come on Emma jangan memangis" Wajah Kate terlihat kebingungan , bel pintu luar berbunyi , Gail datang kekamarku membawakanku satu bucket mawar merah dan mawar putih sangat cantik, dan diberikannya padaku. "Ada kiriman bunga , sepertinya dari tuan" Aku meraihnya , hatiku sedikit luluh melihat mawar cantik itu , ada surat kecil diselipkan diantara mawar cantik itu.  -terimalah aku, jangan khawatir suamimu sedang bersenang-senang  Your Love Ty- Aku terkejut membaca isi surat kecil itu , aku menatap Kate, Kate menatapku bingung dan mengangkat bahu dan kedua tangannya. "Dari Jake?" Aku membuang bucket mawar itu, Kate meraihnya dan membacanya Kate membulatkan matanya.  "Tenang Emma, aku yakin ini hanya permainan dari mereka, jangan terpancing"  Aku menghelas nafas panjang, dadaku sesak memikirkan semua ini.  Tiba-tiba Iphone milik Kate berbunyi lagi, aku melirik kearah layar Iphone milik Kate, Mr. Travis menelpon lagi.  "Ikuti terus mereka , jangan sampai kehilangan, dekati mobilnya ketika berhenti dan tempelkan kamera kecil yang kau bawa"  Kate terlihat paham tentang memata-matai seseorang.  "Well , aku akan memonitornya dari sini"  Jake mengambil Ipad miliknya , untuk CCTV yang dimaksud Kate sudah terhubung pada aplikasi yang dimiliki Kate , sepertinya Kate sangat berpengalaman.  "Dimana mereka berhenti?" "Okay, tempelkan kameranya dengan cepat, bagus, pergi sekarang aku akan memonitornya"  Tidak terlihat gambar apa-apa dilayar Ipad milik Kate, aku tidak sabar ingin melihatnya .  Mr. Travis meletakkan kamera itu pas dari kaca mobil belakang , disitu bisa terlihat jelas jika mereka duduk dan kami bisa melihat dari arah belakang tubuh keduanya.  Mereka berhenti disalah satu toko kecil entah apa yang dilakukan mereka disana tapi tidak lama dari itu aku melihat Jake kembali lebib dulu dan masuk kedalam mobil, bukan Jake yang mengendarinya disusul oleh Irina, Irina yang mengendarai mobilnya.  "Aku harus pergi sekarang"  Suaa Jake tidak terdengar begitu jelas tapi aku dan Kate bisa mendengarnya .  "Okay babe , i will drop you" Jake menatapnya tajam, saat Irina mulai menginjakkan gas dan mobil berjalan tiba-tiba Jake memberikannya sebuah minuman.  Hatiku seakan teriris melihat perlakuan Jake padanya.  "Minumlah, aku tidak ingin kau kelelahan saat menyetir"  Irinya tersenyum manja disebelahnya, dan meraih gelas berisi minuman itu. "Ahh kau begitu perhatian padaku" Tangan Irina menyentuh pangkal paha Jake, tapi Jake menangkalnya, Irina menatapnya tapi tidak lama karena dirinya lebih fokus menjalankan mobilnya, Irina meminum minuma dari Jake.  Tiba-tiba mobil berhenti, Irina menatap Jake tajam, Jake menatapnya. "Apa yang kau rasakan sekarang?" "Kau membuat sesuatu diminumanku?" "Aku senang melakukannya" Tidak lama dari perbincangan keduanya Irinya terlihat tertidur atau pingsan aku tidak yakin tubuhnya tergolek lemah. Jake meraih Iphone miliknya lalu menghubungi seseorang, tak lama kemudian seorang lelaki berbadan besar datang, Jake keluar dari mobil itu.  Seorang lelaki berbadan besar itu mengurus Irina, Jake pergi menggunakan mobil yang dibawa oleh seorang lelaki berbadan besar itu.  Monitor CCTV masih menyala, Jake sudah tidak terlihat lagi lelaki itu memindahkan tubuh Irina kebelakang, lalu melaju membawa mobil itu.  "Kemana dia akan membawanya?" "Sejauh mungkin, Jake sepertinya akan segera kembali kesini"  Aku tidak sabar menantinya, tapi tiba-tiba aku dan Kate saling tatap terdengar suara keributan dari bawah. "Ada apa itu Kate? Apakah kau mendengar sesuatu dari bawah?" "Iya , ayo kita lihat"  Aku dan Kate berjalan menuruni anak tangga , belum sampai kami menuruni anak tangga sampai lantai dasar , Tyler sudah berdiri tegap dibawah menatapku menyunggingkan bibirnya lalu tersenyum licik.  "Kau terlihat begitu cantik walaupun matamu terlihat membengkak, ohh Emmo buat apa kau menangisi lelaki yang sedang pergi bersama wanita lain" Tyler pikir Jake bersenang-senang dengan Irina, aku terdiam melihat sikap Tyler yang berubah , Kate menatapnya dalam.  "Bisakah kau jaga mulut manismu itu tuan Tyler"  Tyler memutar kedua bola matanya lalu menatap Kate.  "Jadi kau sekarang bertugas untuk menjaga wanita cantik yang ada disebelahmu itu?" Tyle tersenyum licik, berjalan mendekatiku, aku mundur , aku takut memandangnya aku ingat saat dirinya ingin memperkosaku juga sebelumnya.  "Jangan mendekat Tyle , kumohon" "Apakah kau tidak rindu padaku Emmo?"  Aku menggelengkan kepalaku pelan, Kate menghadang Tyle dan mengacak pinggangnya.  "Mau apa kau tuan muda?" "Jangan halangi aku, aku hanya ingin menyentuh sahabatku, dirinya tidak pernah tau kalau dia mencintai orang yang salah"  Matanya menatapku tajam, seperti ingin mengeluarkan api, aku tertunduk tak berani menatapny.  "Emma tidak pernah salah dengan perasaannya, kau saja yang terlalu bodoh"  "Jaga mulut manismu itu Kate" "Aku tidak akan bisa diam didepan lelaki bodoh sepertimu"  "Sialan kau" Tyler berniat mendaratkan pukulannya kewajah Kate.  "Pukul aku sekarang" Kate menantangnya, mendekatkan pipinya kearah tangan Tyler, Tyler menatapnya tajam dan penuh dengan amarah.  Tidak lama dari itu Tyler menabrak Kate , Kate goyang dan terjatuh Tyler memegang tanganku menangkapku kasar, aku terkesiap dengan genggamannya sangat kuat, aku ketakutan, tubuhku melemah, Tyler memukul pipiku sangat keras, aku terbelalak menatapnya terkejut dengan apa yang dia lakukan padaku.  Aku menangis mengerang ketakutan, Kate berdiri memuku bagian belakang kepala Tyler dengan Vas bunga yang ada didekatnya. Tyler meringis kesakitan tapi tangannya yang satu tidak lepas dari genggamannya pada tanganku.  "Kau sangat berani Kate"  Tyler melepaskan genggamannya padaku, berhadapan dengan Kate, menatap Kate penuh dengan kemarahan.  "Sekuat apa kau ini hah?" Aku terduduk lemah dilantai, menonton Kate dan Tyler yang sedang berkelahi dihadapanku.  Kate terlihat begitu hebat pukulan demi pukulan di luncurkan Kate kepada Tyler, mungkin Kate pernah bersekolah bela diri.  Aku terkejut Tyler terjatuh dan menggelinding ditangga , aku berdiri membulatkan mataku , Kate mengalahkannya?.  Kate berdiri puas menatap Tyler yang sudah berada dibawah terbaring lemah, seorang lelaki tiba-tiba masuk. "JAKE!!!!" Seruku.  _____ Jake berjalan menuju ke arah Tyler yang sedang tergeletak lemah dilantai , Tyler dalam keadaan tertelungkup mendongakkan kepalanya menatap Jake dan sedikit menyungginkan senyumannya kearah Jake, Jake menatap panas kearah Tyler.  Aku masih saja terdiam lemah , Kate yang berdiri didepanku menatap Tyler dan Jake yang berada dibawah.  Tyler mencoba untuk berdiri tapi Jake langsung mendaratkan satu pukulan kearah wajahnya , aku terkejut ketakutan.  "Jangan sakiti Emma atau kau akan sakit seumur hidupmu"  Jake memegang kerah baju Tyler, lalu memukul wajahnya berulang kali , aku melihat darah keluar dari hidung dan pelipis mata Tyler, aku hanya bisa menutup mulutku dengan kedua tanganku.  "Bagaimana bisa kau menyakitiku hah"  Tyler masih tidak menyerah tetap saja melawan tapi dirinya sudah terlihat sangat lemah , amarah Jake memuncak aku tidak tau lagi apa yang dilakukan Jake sehingga akhirnya Tyler pingsan.  Jake menatapku berjalan kearahku melewati Kate yang sedang berdiri menonton kejadian itu.  "Kau tidak apa-apa sayang?" Jake menyentuh pipiku, aku menatap wajahnya matanya terlihat sangat gelap dan terbakar.  "Aku menunggumu tapi kau...?" Belum selesai aku menyelesaikan ucapanku Jake langsung mendaratkan sebuah ciuman manisnya kebibirku, aku merasakannya. "Aku akan baik-baik saja , jangan khawatir denganku, aku sudah berjanji pada diriku sendiri dan demi kau aku akan membuat semuanya baik aku akan selalu menjagamu, maafkan aku sudah membuatmu begitu khawatir"  Aku hanya menatap bibirnya berbicara, itu sangat manis, aku memeluknya erat , aku takut kehilangan orang yang kusayangi lagi. Kate mendatangiku dan Jake , aku sudah melihat kebawah sudah tidak ada Tyler lagi disana.  "Aku akan pergi mengurus Tyler" "Kau tau apa yang harus kau lakukankan?" Jake dan Kate saling tatap, Kate mengangkat kedua bahunya. "Sebenarnya aku malas melakukannya, tapi baiklah ini demi kalian berdua"  Aku hanya menatapnya bingung dengan apa rencana mereka selanjutnya, Kate pergi meninggalkan kami berdua.  ___ Jake sudah terlihat rapi dengan mengenakan T-Shirt biru muda dan jeans biru mudanya , rambut tembaganya terlihat berantakan , kali ini matanya terlihat bersinar saat tersenyum kearahku.  "Makanlah bersamaku" Jake mendekatiku, aku sudah merasa lapar hampir dua hari perutku kosong. "Aku tau kau pasti tidak makan kan?"  Aku tersenyum kecut . "Ini semua karena kau, kau tidak memberiku kabar" "Iphoneku kehabisan baterai , maafkan aku sayang, dengar dan percayalah aku, aku bertemu Irina, tapi kau harus tau aku tidak melakukan apa-apa dengannya"  Aku mendengarkan, perutku berbunyi saat dirinya menjelaskan tentang kejadian sebelumnya wajahnya terlihat tertawa kecil . "Kau 'kelaparan'?" "Aku kelaparan sungguhan , jangan berpikir lain" Aku tertawa didepannya, Jake benar-benar bisa membuatku tenang sekarang. Aku dan Jake duduk dimeja makan , mengambil makanan meletakkannya keata piring , Gail membuat pasta lezat , aku melahapnya sampai habis .  "Sayang" Aku menatap Jake memanggilku. "Kau seharusnya masih bertemu dr. Alaric untuk terapimu"  Aku mengangkat bahuku acuh , menurutku aku sudah tidak perlu terapi lagi karena Jake sudah menyembuhkanku, Jake yang membuatku sakit tapi dirinyalah yang membuatku sembuh dari semuanya. "Apakah menurutmu aku masih harus melakukannya, aku bahkan sudah bisa merasakan ketenangan saat bersamamu" Jake menatapku lembut matanya membulat, sepertinya dirinya kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulutku. "Apakah kau sudah merasakannya?" "Apakah aku harus bilang kepadamu, menurutmu jika kita sudah menikah dan melakukan semuanya , bagaimana aku akan melakukan hubungan intim itu jika aku masih mempunyai rasa takut terhadapmu Jake?" Jake terdiam, wajahnha terlihat sangat terkejut seakan mengerti dengan semua ucapanku, jadi menurutku aku sudah tidak perlu melakukan terapi lagi. "Maafkan aku sayang, aku tidak menyadarinya, aku mencintaimu" Jake meraih tanganku dan memegangnya erat. "Kau berhasil menyehatkanku Jake, aku juga mencintaimu"  ____ "Jangan terlalu banyak memoleskan bedak itu, aku menyukaimu lebih alami"  Jake ternyata memperhatikanku saat aku berdandan didepan meja rias kamar kami,aku menatapnya dari pantulan kaca . "Aku melakukannya untukmu" Jake mengerutkan dahinya , lalu mendekatiku.  "Kau tak perlu, kau tau aku mencintaimu , itu artinya aku tidak perlu melihatmu berdandan yang berlebihan hanya untuk menarik perhatianku sayang"  Aku menyelesaikan memoleskan lipstik merah dibibirku, lalu membalikkan badanku mataku menatapnya .  "Aku tau itu, terima kasih sayang kau mau menerimaku" "Bukan kau yang harusnya berterima kasih, aku yang seharusnya"  Aku memeluknya .  "Ayo kita pergi sekarang"  Jake mengajakku untuk bertemu rekan bisnisnya, kami berdua pergi .  ___ Aku dan Jake sudah sampai di sebuah restaurant mewah , duduk dimeja bagian tengah tidak terlalu ramai tempatnya begitu nyaman.  Terlihat seorang lelaki berpakaian rapi menghamipiri kemeja kami , tunggu aku sepertinya mengenal lelaki itu, aku pernah bertemunya di Club milik Luke .  "Maafkan aku terlambat beberapa menit" "Grayson, tidak apa-apa silahkan duduk" Aku tersenyum kearahnya mata kami saling tatap.  "Apakah anda adalah Emma Steel rasanya aku pernah bertemu denganmu saat di" Dirinya berpikir . "Aku Emma Steel saat itu aku bersama Luke , kau mengingatnya?" "Ahhh iya, aku ingat sekarang tapi bagaimana bisa?"  Dirinya terlibat bingung menatapku berdua bersama Jake, Jake tersenyum sedikit geli.  "Emma istriku sekarang"  "Benarkah?" "Tidak usah dipikir terlalu dalam, aku akan melanjutkan bisnis denganmu"  Aku hanya mendengarkan perbincangan mereka tidak mengerti apa yang dibahas mereka. "Aku akan menjalankannya dengan suka hati tuan William"  "Baiklah kalau begitu mulai sekarang kau yang mengurus semua urusan Club , karena aku tidak mau istriku harus sering-sering datang kesana"  Aku terkejut mendengarnya ternyata Jake tidak menginginkanku mengurus Club tapi setauku dulu memang Grayson dan Luke bekerja sama . Kami selesai bertemu dengan Grayson , lalu saling berpamitan pergi meninggalkan restaurant itu.  ____ "Jake" "Hmm" Jake bergumam didalam mobil sambil menjalankan mobilnya , matanya fokus menatap kejalanan. "Sebenarnya apa yang terjadi saat kau dan Irinya bersama?" Aku akhirnya bertanya dan ingin tau semuanya .  "Semua tidak begitu penting sayang, Irinya datang kekantor tiba-tiba dan langsung memasuki ruangan kerjaku"  Sesekali matanya menatapku tapi tetap fokus kejalan. "Dirinya mengajakku pergi dan mengancam jika tidak dirinya akan melakukan sesuatu padamu, aku tidak menginginkannya"  "Itulah kenapa kau pergi bersamanya?"  Jake menyetopkan mobilnya dipinggir jalan , Jake stop di trotoar pantai Alki , aku terkejut melihatnya , tempat itu membuatku mengingat Luke .  "Kenapa berhenti?" Tanyaku.  "Tidak apa-apa , ayo turun"  Jake keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku, kami berjalan menikmati udara dan melihat keramaian orang-orang yang ada dipantai Alki .  "Dengarlah, aku tidak menginginkan seseorang menyakitimu, Irina akan nekat berbuat apa saja agar mendapatkan apa yang dirinya inginkan"  "Apakah separah itu?" Jake mengangkat alisnya . "Aku dan Irina tidak pernah melakukan hubungan apapun, dulu Irina iri dengan teman tidurku, Sarah"  Aku terkejut tapi aku hanya ingin mendengarkannya, masa lalu Jake harus aku ketahui.  "Sarah denganku sering tidur bersama, walaupun aku tidak mempunyai hati dengannya, dan ketika aku mengenal Irina , Sarah menghilang begitu saja, tak lama ku ketahui Irina yang membuat kepergian Sarah" "Lalu dimana Sarah itu sekarang?" "Las Vegas" "Kenapa jauh sekali?" "Irina menjebaknya dan berpura-pura baik dengannya , setelah itu lelaki tua membelinya , Sarah wanita biasa aku tidak tau lagi bagaimana kisah selanjutnya, yang kutau terakhir kali Sarah mengalami deprsesi karena kekerasan yang didapatkan dari lelai tua bersamanya"  "Kau tak ingin membantunya?" "Itu bukan urusanku, lagipula dia hanya teman tidurku tidak sering , dia sudah mendapatkan apa yang dia mau dariku, itu saja" "Kenapa kau tidak pernah melakukan apa-apa dengan Irina?" "Dengar sayang, aku tidak pernah memakai hati dengan wanita manapun selain dirimu, aku tau Irina sangat licik dan berbahaya , jika aku tidur dengannya dirinya akan melakukan apapun untuk mendapatkanku, dan aku tidak akan pernah mau bersmanya"  Jake menghentikan langkahnya, menatapaku dipinggir trotoar pantai Alki, aku melihat mata gelapnya bersinar .  "Aku kasihan pada Sarah"  "Tidak perlu kau pikirkan , sekarang pikirkan bagaiamana kau denganku hidup selamanya dan selalu bahagia, itu saja"  Aku tersenyum, memeluknya Jake mencium lembut pipiku. Ternyata masa lalu sedikit membuatku gelisah dan tiba-tiba perasaan cemburu ketika tau masa lalunya menghampiriku. ----  "Apa yang kau pikirkan babe?" Jake mendekatiku, aku yang sedang berdiri menatap keluar jendela melihat keramaian kota Seattle dari jendela kamar.  "Tidak ada hanya menikmati pemandangan luar" Aku menggelengkan kepalaku, entah apa yang aku rasakan , rasa cemburuku terhadap Sarah datang tiba-tiba , Jake sering tidur dengannya.  "Kau memikirkan obrolan kita tadi?" Aku membalikkan badanku lalu tersenyum kearahnya menandakan semuanya baik saja. "Tidak sayang, don't worry i'm fine tidak ada yang harus dipertanyakan" Aku pergi kebathroom , mencuci wajahku dan mengganti pakaianku mengenakan lingeri putih lalu pergi ketempat tidur Jake menatapku aku melaluinya begitu saja. Jake menangkapku, lalu menarikku masuk kedalam pelukannya badannya terasa hangat aku mendongakkan kepalaku menatap matanya yang gelap namun bercahaya. "Jangan berbohong padaku sayang, aku tau kau sedang memikirkan sesuatu" "Aku mau tidur , aku merasa lelah" "Baiklah, go sleep" Aku menginginkan dirinya tapi aku sangat lelah dan ngantuk , Jake bergabung denganku ketempat tidur lalu memelukku aku membelakanginya tak lama aku jatuh tertidur didalam pelukan hangat tubuhnya. ___ "Bagaiamana tidurmu sayang?" Jake menatapku manis aku menyipitkan mataku memandang wajahnya yang berada dihadapanku, dirinya sepertinya sudah menungguku bangun. "Apakah kau dari tadi memandangku seperti itu?" "Aku suka melakukannya"  Aku tersenyum aku merasa masih ngantuk tapi Jake menarikku kedalam tubuh besarnya dan memelukku, aku suka dirinya melakukan itu.  "Aku menginginkanmu sayang" Suaranya bergetar tubuhku gemetar merasakan nafasnya, apakah dirinya merasakan sama seperti yang kurasakan juga tadi malam. "Aku menunggumu bangun dari tidurmu, aku frustasi memandangmu kau begitu pulas tertidur , aku tidak bisa mengganggumu"  "Kalau begitu lakukanlah"  Begitu baiknya dirinya tidak ingin menggangguku tidur hanya ingin memuaskan nafsunya, Jake mencium setiap bagian tubuhku.  "Aku suka melakukan ini, kau membuatku frustasi"  Jake mencium keningku lembut turun ke mataku. "Aku suka mencium matamu, agar kau tak akan pernah bisa melupakanku"  Jake turun kebibirku. "Bibir manis ini akan terus menjadi saksi bahwa aku terus memberikannya kelembutan padanya" Aku sedikit mendesah dan mengerang, Jake turun kebagian dadaku. "Hatimu akan terus menjadi milikku, tak boleh ada seorangpun yang bisa menyentuh bagian ini"  Jake mencium lembut dadaku , ahhh aku mengerang karenanya. "Teruskan"  Pintaku sambil mendengar kata-katanya yang manis aku begitu menginginkannya, Jake mencium lembut perutku dan mendarat kebagian kedua pangkal pahaku , aku mengerang keras.  Aku bergetar karenanya , selesai dari itu Jake memasukkan dirinya kedalam diriku.  Aku menikmatinya begitu menikmatinya , aku mencintai lelaki ini.  ___ "Aku ingin berjalan-jalan denganmu, ayo. Pakai ini"  Jake memberikan jaket kulit berwarna hitam padaku, aku meraihnya dan menatapnya bingung, kenapa aku harus memakai jaket? "Kenapa aku harus menggunakannya?" "Kita akan pergi menggunakan motor"  "Aku tidak pernah melihat motor sebelumnya" "Ayo pergi sekarang , tidak kutaruh disini"  Aku ikut berjalan dengannya Jake membukakanku pintu mobil lalu aku masuk disebelah kemudi, Jake menjalankan mobilnya.  ___ Jake memberhentikan mobilnya , sebuah rumah berukuran tidak terlalu mewah Jake membukakan pintu mobil dan aku keluar , Jake meraih tanganku.  Aku memasuki rumah itu aku terkejut melihatnya rumah yang dari luar seperti rumah pada umumnya tapi terdapat banyak mobil sport dan motor besar disana, ini luar biasa.  Jake memakaikanku helm dengan lembut, Jake menuju motor CBR 1000 RR miliknya yang bewarna hitam, Jake lebih dulu naik dan aku menyusulnya Jake meraih tanganku .  "Peluk aku"  Perintahnya, Jake menarik lenganku membuat tubuhku lengket dengan tubuhny.  Jake menjalankan motornya membawaku berjalan melaju, aku menikmati udara kota Seattle yang ramai dilalui, Jake melaju tetapi santai.  Aku menikmatinya, melihat setiap mobil berlalu lalang ditengah keramaian jalan raya , aku melihat hanya aku dan Jake yang berjalan dengan motor, aku mengencangkan pelukanku padanya.  Jake berhenti disuatu tempat, aku melihat danau kecil dan satu buah kapal kecil disana, Jake memegang tanganku saat aku turun dari motor disusul dengannya dan membukakan helm dari kepalaku dengan lembut.  Aku menatap danau yang cantik itu, terlintas bayanganku tentang Luke , aku mendekat kearah tepi danau Jake bersamaku.  "Ini sangat cantik Jake"  "Tak secantik dirimu" Dirinya selalu menjawab seperti itu.  "Mengapa kau membawaku kesini?" "Kau menyukainya" "Sangat"  "Kau harus mencintaiku dan kau harus benar-benar sangat mencintaiku, sudah hampir enam bulan kepergian Luke, aku tidak akan menjadi orang yang egois, bagaimanapun juga Luke saudaraku adalah seseorang yang kau cintai"  Aku memandangnya . "Kau tidak boleh melupakan kenangan-kenangan dengannya begitu saja" Jake benar-benar lelaki yang berbeda bagiku, dirinya berhasil membuatku sembuh dari masa laluku dan dirinya tidak ingin aku melupakan seseorang yang begitu aku cintai didalam hidupku sebelumnya.  "Jake"  "Jangan berbicara terlalu banyak, rasakan saja udara yang nyaman ini"  "Aku melakukannya" Aku memejamkan mataku, merasakan angin lembut menyentuh wajahku, rambutku yang berterbangan kesana kemari karena terkena angin, Jake memelukku lembut dari belakangku, aku merasakan Luke yang melakukannya 'ini tidak boleh terjadi aku pasti sedang berhalusinasi' batinku.  Tapi tubuh Jake terasa kuat , benar-benar terasa seperti tubuh Luke yang memelukku, aku merasakan aroma tubuhnya, aku merasakan detak jantung Luke.  Aku menoleh kebelakang, aku menatap wajah Luke benar-benar nyata , aku mengucek-ucek mataku tetap saja Luke berada dihadapanku.  "Luke?" Aku memanggilnya.  "Kenapa kau terlihat bingung seperti itu?" "Ini kau?" "Iya ini aku , hey baby why you look like that? Give me kiss" Aku menyentuh pipinya, aku merasakan rahangnya yang mengeras , bulu lembut yang tumbuh dibagian rahang pipinya, aku merasakannya lagi, aku mencium lembut rahangnya menutup mataku.  "Aku merindukamu" "Aku juga, berbahagialah"  "I will" Aku memejamkan mataku masih merasakannya, tapi tidak lama dari itu , tubuh dingin yang sebelumnya memelukku menjadi hangat, aku membuka mataku, Jake berada dihadapanku, mata gelapnya bersinar.  "Sayang" "Aku mencintaimu" Aku mengatakan kata-kata yang langsung keluar dari mulutku, aku benar-benar mencintai Jake, aku tau aku hanya berhalusinasi Luke sudah tidak ada , Jake yang nyata untukku.  Jake mengajakku menaiki kapal kecil berwarna putih itu, dengan hati-hati Jake memegangku, ternyata ada seseorang yang menunggu kami didalam kapal itu.  Nahkoda itu sudah siap membawa kami , Jake mengajakku keluar kapal kecil itu, aku melihat air danau yang tenang itu, menatapnya , Jake memegangku lalu mencium bibirku dengan lembut.  ____
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN