Perhitungan Jitu

1023 Kata

Mobil hitam yang ia tumpangi melaju tenang meninggalkan kawasan elite tempat rumah Arka berdiri. Rumah dari keluarga Atmadjaya. Dari balik kaca jendela, Wang Lin Yu menatap pantulan wajahnya sendiri, begitu tenang dan rapi. Pertemuan dengan Rania berjalan persis seperti yang ia perkirakan. Tidak ada jeritan karena terkejut atau emosi berlebihan. Ia paham betul, bagaimana reaksi Rania. Satu hal yang penting adalah tidak ada penolakan mutlak. Keraguan sudah ditanam lebih dalam dari prasangkanya. Ia mengeluarkan ponsel dan menekan satu nomor. “Sudah?” Suara di seberang bertanya singkat. “Sudah,” jawab Wang Lin Yu. “Istrinya cerdas. Lebih berbahaya dari yang kau perkirakan.” “Arka?” “Ya. Tapi justru istrinya yang akan menjadi celah.” Wang Lin Yu mematikan panggilan. Tidak perlu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN