Di perpustakaan, Venus nampak terpesona dengan sebuah buku cerita yang diambilnya. ″Senior, kenapa Roro Jonggrang nggak mau nerima cintanya Bandung, ya?″ Cowok berkacamata yang duduk di sampingnya hanya menanggapi Venus dengan suara dengusan. Kesal. Venus pun berdecak, ″Aku masih bingung deh. Cerita rakyat ini, maksudku, apa susahnya sih berkata jujur bahwa dia tuh nggak suka sama Bandung? Kenapa harus pakek acara mbangun candi dan kawan-kawannya itu?″ ″Nggak semua hal bisa diselesaikan dengan sebuah kejujuran.″ Ujung jemari Venus menelusuri gambar yang tercetak di atas buku cerita tersebut. Gambar wanita mengenakan kemben dan seorang pemuda gagah rupawan yang tengah menunjuk wanita tersebut dengan tatapan menuduh. ″Aneh,″ katanya. ″Padahal, kalau si Roro berkata jujur tentang perasaan

