21

779 Kata

″Sadar nggak, kalau ternyata kita itu tak ubahnya seperti tumpukan kartu.″ Adrian mengerutkan dahi. Tak paham dengan ucapan Venus. Gadis yang duduk di sampingnya itu terlihat seperti tengah menimbang buku mana yang akan dilemparnya. Pelajaran matematika sudah lama berlalu, dan kini mereka berdua tengah menikmati waktu istirahat; duduk di kelas dan mulai berbincang ringan. ″Kenapa begitu?″ tanya Adrian tak paham. Venus meletakkan modul matematikanya, melirik sengit tulisan balok yang tercetak di atas sampul berwarna hijau itu. ″Yah, rasanya mirip aja.″ ″Mirip yang bagaimana? Kamu harus menjelaskannya.″ ″Yah kehidupan kita monoton. Sekolah, belajar, makan, kerja, dan menikah. Nggak seru. Mirip kan, dengan kartu-kartu yang dimainkan itu. Atau, jangan kartu deh, bagaimana dengan ular tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN