PERJALANAN yang cukup jauh dan melelahkan dan akhirnya Kinan sampai di Indonesia. Dengan langkah berat Kinan menuju mobil yang akan menemaninya selama di Indonesia. Hampir tujuh tahun lebih Kinan meninggalkan Indonesia, banyak berubah sejak Kinan meninggalkan Jakarta.
Yang tidak berubah dari Jakarta hanya panasnya dan macetnya saja, malah makin parah. Kinan dan Jonathan langsung menuju Kantor kliennya sebab mereka mempunyai jadwal meeting hari ini. Pradana Group perusahaan terbesar kelima yang ada di Indonesia tersebar juga kepenjuru Asia dan Eropa.
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya masuk kedaerah kantor Pradana Group. Gedung 30 lantai ini didesign dengan maskulin, elegan, dan kokoh. Sesuai dengan karakter CEO yang terkenal tampan tapi dingin itu.
Sesampainya dilobby kantor, mereka sudah disambut seseorang yang ternyata asisten pribadi CEO mereka yaitu bernama Indra.
"Selamat datang Mr. Jonathan di kantor kami," sapa Indra sopan.
"Iya, saya sangat tersanjung dengan Indonesia, karena ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di negara ini. Walaupun macet dan agak panas hahaha," canda Mr Jonathan.
"Oh iya, kenalkan ini Miss Kinanty Arumi disainer kantor kami, dan Kinanty ini yang mendampingi saya dan akan membantu Mr. Kenzo mendisegn kantor cabang yang akan dia bangun," kata Mr. Jonathan lagi.
"Haloo Miss Kinan, selamat datang di Indonesia," sapa Indra pada Kinan.
"Halo juga, pak Indra. Iya terima kasih," balas Kinan.
"Mari kita langsung saja ke tempat meeting. Bapak Kenzo sudah menunggu."
Akhirnya mereka melangkah ke lift dan menuju lantai 20 tempat sang CEO menunggu, ruang meeting.
Setelah sampai kelantai 20 mereka langsung menuju keruang meeting tersebut. Pintu akhirnya terbuka menanpilkan sosok seseorang pria yang duduk sendiri, pria tersebut sedang sibuk dengan sesuatu ditangannya pun mendongak melihat tamu yang datang ke kantornya.
Dan betapa terkejutnya Kinan melihat sosok yang selama ini dihindarinya sekaligus dirindukannya itu. Jerryawan Kenzo. Sahabatnya.
•••
Diruangan meeting Jerry sudah menunggu kliennya dari Eropa tepatnya kota Paris yang akan berkunjung selama 2 minggu di kantornya sambil membaca laporan keungan perusahaannya, setelah menunggu agak lama akhirnya pintu ruang meeting terbuka memunculkan Indra asistennya dan dua sosok lainnya yang tidak bukan adalah kliennya Mr. Jonathan dan... Kinan.
Jerry terpaku sesaat saat melihat sosok sahabatnya yang sangat dia rindukan itu.
Sedangkan Kinan menegang saat matanya menatap mata tajam berwarna hitam itu siapa lagi kalau bukan Jerryawan Kenzo yang ternyata kliennya yang ada di Indonesia. Secepat itukah Kinan dipertemukan dengan Jerry kembali. padahal Kinan yakin kalau dia tidak akan bertemu dengan Jerry selama di Indonesia.
Selama saling menatap akhirnya sebuah suara menyentak mereka ke alam sadar mereka.
"Permisi, Pak. Mr. Jonathan dan Miss Kinanty sudah datang." Ternyata suara itu adalah Indra.
"Oh iya selamat datang di kantor kami Mr. Jonathan dan Miss Kinanty." Jerry sengaja menekankan nama Kinanty sambil menatap wajah cantiknya yang sama seperti terakhir Jerry lihat namun sangat jelas semakin dewasa diusia yang matang.
Yang ditatap hanya diam tak bersuara sedangkan Mr. Jonathan tersenyum dan mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Jerry.
"Iya, Pak Jerry, senang bertemu dengan anda. Oh, ya ini adalah Miss Kinanty yang akan membantu mendisegn kantor cabang anda yang ada disini," ucap Mr. Jonathan.
"Senang bertemu dengan anda Mr. Jonathan dan Miss Kinanty. Silahkan duduk," kata Jerry sambil tersenyum menawan kepada Mr. Jonathan dan Kinan.
Setelah mereka duduk dan membicarakan tentang kerja samanya akhirnya keputusannya akan diperpanjang kontrak kerja samanya dan menggunakan jasa Kinan sebagai design interior kantor cabang baru yang dibangun Jerry.
Selain karna bakat dan pengalamannya Kinan, Jerry juga tahu kali Kinan dari dulu sangat hobi menggambar.
"Senang bisa kerja sama dengan kantor anda lagi dan Miss Kinan selamat bekerja di kantor saya dan mohon bantuannya." Jerry berkata pada Mr. Jonathan dan beralih pada Kinan yang ada didepan Jerry sambil menjabat tangan Mr. Jonathan dan beralih pada tangan Kinan.
Sedangkan Kinan harus menahan detak jantungnya saat Jerry menjabat tangannya. Terasa nyaman sama seperti dulu, batin Kinan.
"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu, Pak Jerry." Mr. Jonathan berkata dan Kinan hanya senyum sopan serta menganggukkan kepalanya pada Jerry dan Indra.
Sedangkan Jerry tersenyum bahagia. Akhirnya aku menemukanmu, Kinan, batinnya.
Walaupun ada rasa kecewa pada hatinya karena seolah Kinan tidak mengenalnya.