Bab 5

589 Kata
KETUKAN pintu cukup keras dari luar sebuah kamar, namun tak menghentikan aktifitas seseorang yang ada dikamar yang belum sadar dari alam mimpinya. "Kinan, bangun sayang. Udah jam berapa nih, bukannya hari ini hari pertama sekolah," teriak mama Kinan dari luar kamar. "Hmm iya, Ma. Bentar lagi," balas Kinan berteriak dari dalam kamar.  "Eh udah jam 06:26, kamu udah telat tuh." "Appaaa?" Kinan melihat jam weker yang ada diatas meja di sampingnya. "Huaaa telaaaaaat," pekik Kinan dari dalam kamar dan tak lama suara benda keras jatuhpun terdengar. Gubrakkk. "Adduh." Kinan terjatuh dari tempat tidurnya. "Kinan, kamu nggak papa, nak? Dan apa yang jatuh itu?" tanya mama Kinan. "Nggak, Ma, aku gak papa kok." "Yaudah, cepetan siap-siapnya Mama tunggu dibawa." Suara langkah kaki mama Kinan menuju kelantai bawah sedangkan Kinan dikamar sedang siap-siap secepat kilat. Bagaimana bisa Kinan telat padahal hari ini pertama masuk SMA. "Pasti gara-gara aku keasyikan nonton drama korea sampai jam 3 pagi. Akhirnya telat deh," gerutu Kinan sambil berlari keluar kamar menuju ke bawah untuk sarapan bersama mamanya. Kinan dan mamanya tinggal berdua semenjak papanya meninggal dunia saat Kinan masih duduk dibangku 5 SD. "Pagi, Ma, Kinan berangkat dulu ya udah telat banget nih." Kinan mencium tangan mamanya dan bersiap untuk pergi. "Loh gak sarapan dulu, Sayang?" tanya mama Kinan. "Nggak deh, Ma, entar di sekolah aja. Assalamualaikum, Ma," pamit Kinan sambil berlari ke depan rumahnya menuju halte bis terdekat. Keluarganya sangat sederhana. Ibunya hanya pegawai kantoran biasa saja di Perusahaan kecil bidang Industri Barang. "Waalaikumsalam. Hati-hati dijalan, Sayang," teriak mama Kinan namun tak didengar oleh Kinan sebab dia sudah berlari keluar rumah. Sesampai Kinan di Sekolah gerbang sudah ditutup menandakan Kinan audah sangat terlambat. Kinan melirik jam ditangan kirinya pukul 8:10 dihalte tadi kinan baru dapat bis setelah menunggu kurang lebih 20 menit. Kinan menghela nafas kasar. "Duh gimana nih?" Kinan takut bagaimana mau masuk coba, lewat mana juga Kinan kan murid baru di sini masa mau pulang begitu saja. "Telat juga?" tanya seseorang pemuda di sampingnya membuat Kinan berjengit kaget. Kinan berbalik dan menemukan sosok pemuda tampan dengan mata cokelat gelap yang tajam hidung mancung dan bibir tipis yang sexy. "I-iya," jawab Kinan yang tiba-tiba gugup. "Yaudah gimana lo ikut gue aja? gue ada jalan rahasia di samping sana," ajak pemuda tadi lagi sambil menunjuk sebuah jalan sepi seperti lorong kecil samping gerbang Sekolah utama. "Gimana? Mau ikut gak?" tawarnya lagi.  "Emang kamu tahu? Dari seragammu kamu juga kan murid baru di sini?" tanya Kinan menyipitkan matanya curiga. "Ini sekolah Papi gue. Ya, jelaslah gue tahu orang gue main kesini tiap hari," jawab pemuda itu. "Oh..eh eh ngapain narik-narik." Kinan kaget saat tangannya ditarik paksa sama pemuda itu. "Abis lo lama, kita bisa tambah telat." Pemuda itu langsung menarik tangan Kinan terpaksa akibat Kinan terlalu banyak tanya. Mau ditolongin juga, cewak emang ribet, batin pemuda itu. Setelah mereka sampai dengan selamat masuk kelingkungan Sekolah, mereka berlari ke lapangan karena murid lainnya sedang berbaris untuk memulai upacara penyambutan siswa baru. Sambil berlari pemuda tadi bertanya pada Kinan. "Nama lo siapa?" tanyanya.  "Kinanty Arumi," jawab Kinan sambil terus berlari di samping pemuda itu.  "Kalau gue Jerryawan Kenzo, sampai jumpa lagi kinan." Jerry melambaikan tangannya pada Kinan dan berlari kearah utara lapangan yang sudah berkumpul siswa laki-laki. "Iya, makasih ya, Jerr," balas Kinan tersenyum manis sambil melambaikan tangannya juga pada jerry. Akhirnya mereka berpisah dan melanjutkan upacara penyambutan siswa baru di lapangan. Perkenalan yang tak terduga diakibatkan terlambatnya bersama pada saat hari pertama masuk sekolah SMA. Tanpa mereka sadari hati mereka terikat dengan sebuah hubungan yang bernama sahabat. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN