Bab 6

537 Kata
KINAN menyandarkan kepalanya disandaran sofa yang ada dilobby hotel tempat Kinan dan Mr. Jonathan akan menginap selama mereka ada di Indonesia. Kinan memijit pelipisnya agak pusing sebab Kinan tidak menyangka akan bertemu dengan Jerry secepat ini. Dan apa Kinan akan menjadi arsitek kantor cabang yang akan dibangun Jerry dan itu artinya Kinan pasti akan bertemu dengan Jerry setiap hari selama 2 minggu kedepan. Oh my god!! "Kamu kenapa, Kin?" tanya Mr. Jonathan pada Kinan. Mr. Jonathan adalah atasan yang ramah dan baik hati. Mereka cukup akrab dikarenakan umur Mr. Jonathan sama dengan Abimanyu Handoko, yang tidak lain adalah Abi. Mr. Jonathan blasteran Turki dan Afganistan bisa kalian bayangkan bagaimana tampannya beliau, tapi sayang beliau sudah menikah dua tahun yang lalu dan memiliki anak perempuan yang sangat cantik persis seperti ibunya yang keturunan asli Belanda. "Nggak kenapa-kenapa, Jo. Cuma agak pusing aja." Kinan memang memanggil Mr. Jonathan dengan panggilan namanya saja, karena beliau sendiri yang memintanya sebab beliau tak mau dipanggil dengan sebutan sir, terlalu tua kayaknya, pintanya. Kecuali kalau mereka berada dilingkungan kantor atau sedang bertemu klien. baru mereka memakai bahasa formal. "Yaudah kalau gitu, kamu sebaiknya istirahat kayaknya kamu kecapean karena perjalanan cukup jauh," kata Mr. Jonathan sambil menyerahkan kunci kamar hotel untuk Kinan. Jangan curiga dulu mereka menyewa kamar untuk dua orang karena memang mereka bukan pasangan suami istri dan lagipula Kinan dan Mr. Jonathan hanya sebatas rekan kerja sekaligus teman apalagi Kinan kenal baik dengan istri Mr. Jonathan. Kinan menuju lift dan membawanya ke lantai 20 tempat kamar yang akan Kinan tempati. Dilantai ini letak kamarnya tak berbeda jauh sama kamar Mr. Jonathan hanya berjarak dua kamar dari tempat letak kamar Kinan. Setelah membuka kamarnya Kinan langsung menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya dikasur yang empuk tak lama pun Kinan tertidur. Selain karena memang mengalami jetlag, Kinan juga sangat sangat lelah akibat pertemuan yang tak terduganya dengan Jerry.  ••• Di tempat lain diruangan Jerry masih terpaku, bagaimana mungkin Kinan sahabatnya itu bersikap acuh tak acuh padanya padahal mereka dulu sangat dekat. Ada apa dengan Kinan? Kenapa Kinan seolah menghindar darinya. Indra yang menyadarinya pun akhirnya bertanya. "Ada apa?" "Nggak papa." "Muka lo nggak kayak biasanya, ada yang aneh selama diruang rapat tadi. lo nggak bisa lepas memandang Miss Kinan tanpa berkedip, gue tahu dia cantik. Apa.."  Sebelum melanjutkan perkataan indra, Jerry sudah memotongnya. "Kinan.. dia yang gue cari selama ini, Miss Kinanty Arumi sahabat gue." Indra tampak kaget, pantas saja Indra begitu familiar dengan wajah kliennya yang bernama Kinan. Ternyata dia adalah sahabat dari Jerry. Indra memang tidak pernah bertemu dengan Kinan secara langsung dikarenakan setelah lulus SD Indra langsung pindah ke Singapura sebab orangtuanya dipindah tugaskan dan baru kembali ke tanah air -Indonesia- 4 tahun lalu dan langsung bekerja sebagai asisten pribadi Jerryawan Kenzo. Sahabat kecilnya. "Tapi kenapa kalian nampak canggung bahkan Miss Kinan sedari tadi nggak melihatkan ciri-ciri kalian teman lama," kata Indra heran. "Itu juga yang buat gue heran, dia seolah nggak mengenali gue. Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan sampai Kinan pergi menghilang 7 tahun yang lalu." "Apa perlu gue cari tahu?" tawar Indra. "Nggak perlu, biar gue yang langsung bertanya padanya langsung." Indra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, biarkanlah Jerry sendiri yang menenyelesaikan masalahnya dengan sahabatnya, Kinan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN