Bab 7

845 Kata
MALAM sudah berganti pagi, dan matahari sudah muncul malu-malu dibalik tirai jendela yang sedikit terbuka. Kinan bergerak sedikit dan akhirnya Kinan membuka mata sambil berusaha mengumpulkan nyawanya. Hari ini ada pertemuan dari kliennya, Perusahaan Jerry dan itu artinya Kinan harus siap bertemu dengan Jerry lagi setelah 7 tahun lamanya tidak bertemu. Dering ponsel Kinan berbunyi pertanda ada telepon masuk, dengan malas Kinan bangun dan mengambil ponselnya yang ada dinakas samping ranjangnya. "Halo." "Kinaaaaaaannnn," teriak seseorang dibalik teleponnya. Suara cempreng yang menyapanya tak lain tak bukan Adira sahabat tersayangnya. "Ya ampun, Ra! Nggak usah teriak juga kali, bikin kaget aja kamu." "Lo tega... lo tega, masa lo ke Indonesia nggak bilang-bilang sih?" tanya Dira cemberut diujung telepon sana, walau Kinan tak bisa melihat wajah sahabatnya secara langsung namun ia tahu dari nada Dira yang terdengar merajuk.  "Maaf, Ra. Aku nggak ada waktu buat ngebuhungin kamu. Setelah sampai aku dan boss aku langsung ke kantor klien. Boss dan aku baru pulang sore dan langsung istirahat abis aku masih jetleg," jelas Kinan. "Yaudah, tapi hari ini ada waktu, kan? Gue kangen banget sama lo, Kin." "Nggak tahu juga, hari ini aku ada janji dengan klien. Nanti kalau jadwal aku kosong aku kabarin deh." "Oke deh, kabari gue secepatnya, ya?" "Iya, udah dulu ya. Aku mau siap-siap nih, Bye." "Bye."  Klik sambungan telepon pun ditutup dan tanpa membuang waktu Kinan segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap. ••• Aktivitas di kantor Jerry hari ini seperti biasa selalu sibuk, pagi ini Jerry datang ke kantor pagi-pagi sekali sebab ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Kinan. Ya, hari ini mereka mulai akan menjalankan kontrak kerja sama mereka. "Indra, jam berapa Mr. Jonathan dan Miss Kinan akan ke kantor kita?" tanya Jerry yang baru saja tiba diruangannya yang ternyata sudah ada Indra di sana. "Kira-kira jam 10:00 pak," jawabnya sambil terus fokus pada dokumen di depannya.  "Oh... Ya sudah, tolong siapkan semuanya sebelum mereka datang," pinta Jerry terus berjalan kearah meja dan duduk tenang di kursi kebesarannya. "Baik, Pak." Jerry yang sudah berada di mejanya sedang membaca laporan kemarin yang belum sempat ia periksa akibat kurang konsentrasi setelah bertemu dengan Kinan secara tidak sengaja kemarin. Bahkan kemarin malam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan Kinan.  Indra pun yang heran karena Jerry biasanya datang ke kantor jam 08:00 tepat, kini jam 06:30 Jerry sudah ada diruangannya. "Kayaknya matahari sangat cerah ya." setelah diam agak lama akhirnya Indra tidak tahan untuk berbicara pada Jerry kembali. "Ya, lo tahu gue udah nggak sabar mau ketemu dengan Kinan kembali. Pokoknya hari ini gue harus bicara dengan dia," kata Jerry penuh tekad.  "Hmm, asal jangan menganggu kerjaan aja ya, Pak?" Indra sengaja menggoda Jerry yang terlihat tenang namun ia tahu dalam hati Jerry berdebar tak karuan karena sebentar lagi ingin bertemu Kinan.  "Pasti, gue akan profesional. Lo tahu gue, kan?" "Ya, Pak boss." Indra memilih mengalah saja.  ••• Pukul 10:00 tepat pintu ruangan Jerry diketuk oleh Indra dan masuklah Indra bersama Mr. Jonathan dan Kinan. Jerry yang sedang serius mengerjakan laporan dilaptopnya akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang. Jerry langsung meyambut tamu yang ditunggu-tunggunya sejak tadi pagi.  "Selamat pagi Mr. Jonathan dan Miss Kinan, silahkan duduk." Jerry menjabat tangan kepada Mr. Jonathan dan Kinan dan mempersilahkan Mr. Jonathan dan Kinan duduk disofa yang ada diruangannya. "Selamat pagi Mr. Jerry." sambil membalas jabat tangan dari Jerry. Sedangkan Kinan hanya senyum profesional kepada Jerry di luar tampak tenang tapi jantungnya berdetak tak karuan akibat tangan mereka bersentuhan lagi setelah 7 tahun lamanya. Setelah berbincang sedikit akhirnya mereka sepakat ketempat kantor cabang yang akan dibangun oleh Jerry untuk melihat lokasinya. Tapi kali ini Mr. Jonathan tidak bisa ikut serta karena beliau juga harus bertemu teman lamanya yang ada di Indonesia. Diperjalanan ke lokasi yang cukup jauh dari kantor pusat Jerry, keheningan tercipta di dalam mobil. Hanya suara radio yang berdengar. Jerry sebenarnya mau mengajak Kinan berbicara namun setelah melihat Kinan yang asyik melihat kearah jendela mobil jadi Jerry membatalkan niatnya. Sesampainya di sana merekapun langsung menuju ke dalam gedung yang berlantai 4 ini, Kinan berjalan santai sambil melihat-lihat semua area gedung kantor tersebut dengan seksama sedangkan Jerry dan Indra sejak tadi mengikuti dalam diam, walau kadang-kadang Jerry selalu hilang fokus melihat Kinan yang tampak serius memandang area gedung yang akan dijadikannya kantor cabang. Kinan terlihat sangat cantik ketika sedang serius begini, kenapa aku baru menyadarinya sekarang, batinnya sambil terus tersenyum menatap Kinan dari belakang.  ••• Selesai meninjau lokasi gedung, akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang bersama karena mereka selesai tepat ketika jam makan siang. Sesampai di resto Anfour yang berada didaerah dekat lokasi.Mereka memesan makanan masing-masing dan akhirnya makan dalam keheningan.  Kinan yang sedari hanya diam membuat jerry jengah, bagaimana tidak Kinan hanya akan berbicara soal pekerjaan dan akan menghindar jika Jerry bertanya ke hal pribadi. Selesai makan siangnya mereka memutuskan untuk kembali ke kantor Jerry, tapi sayangnya sebelum Kinan sempat berdiri Jerry sudah bersuara. "Kinan, bisa kita bicara?" Kinan yang sebenarnya mau menolak namun ketika melihat wajah memohon Jerry membuatnya menjadi tak tega dan akhirnya kemudian menganggukkan kepalanya mengalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN