Saat Angel bangun esok paginya, ia berjalan ke lantai bawah dan melihat Richard memasak sarapan dengan Lilac. Hal pertama yang ia pikirkan, bukanlah mengapa Richard ada di sini, tetapi pemandangan dua pria yang memasak bersama dengan sangat akur dan serius, yang membuatnya bertanya-tanya apakah ia tidak tahu apa yang telah terjadi dengan kedua pria itu. Lilac melihat Angel yang sedang termenung berdiri di anak tangga sambil tersenyum, ia mengerutkan kening bingung melihat ekspresi Angel. “Apa yang membuatmu tersenyum? Mengapa kamu tidak turun tetapi tetap berdiri di sana?” tanya Lilac. Angel menyentuh hidungnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku tersenyum karena hari ini suasana hatiku cukup bahagia,” ucap Angel. Angel menghampiri meja makan kemudian duduk. Richard membaw

