Begitu santainya Angel duduk di kursinya, tiba-tiba mendengar Vincent mengatakan itu, di dalam hatinya juga ikut curiga. “Iya, menurutku itu benar. Lagian tahun itu ibunya meninggal dan bayinya diculik. Cabrera berkata bahwa dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan bayi itu dari para penculik," ucap Angel. Manda dengan menyilangkan kakinya sambil dengan santai menyeruput tehnya. "Agar kalian segera mengetahui kepastiannya, kalian lakukan tes DNA saja," ucap Manda. Mendengar itu Angel menjentikkan jarinya yang membuat mereka bingung. "Kamu benar. Tunggu setelah dia kembali ke istana. Dan Vincent juga pulang, kamu temukan cara untuk memeriksakan rambut atau kukunya," ucap Angel, dan Vincent setuju akan hal ini juga. "Kemudian kita harus mengirimnya kembali ke Via untuk diuji di l

