Hari ini di kerjahan lebah sangat ramai dan tampak para raja dan ratu dan para pangeran dan putri dari kerjahan serangan lain telah berkumpul,ratu yang tampak di atas singah sanah kerjahan sangat serius dalam peperangan membasmi kerajahan lalat,para perjurit dari kerjahan seranga nampak membara seperti api yang bergejolak dengan perlengkapan alat perang terdengar desihan pedang para perjurit,"wahai pera jurit hari ini adalah hari di mana tidak adalah lagi yang merusak pemandangan di lembah danau ini danau ini akan menjadi lembah danau yang bersih dan rukun"dengan suarah lantang ratu di atas singah sanah ratu,hhaahha!!! basmi para lalat,sahut para perjurit dengan suarah seperti gemuruh di hari yang cerah.namun dikerjahan lebah tidak terlihat raja nyamuk di sana,hei raja capung apakah engkau melihat nyamuk,saya tidak meliahat nya mungkin dia tertidur ratu kupu-kupu,wah mungkin yah dasar nyamuk sellalu bergadang biarkan saja dia ratu kulu-kupu,iayah biyar kan saja dia raja capung,para perjurit pasukan seranga pun berbaris yang di pimpin langsung oleh raja dan ratu mereka,menuju medan perang,ayo jalan para seranga yang gagah berani menuju kerajahan lalat,ayoh!aghh aghh sahut suarah perjurit.
Namun ketika sampai,betapa kaget nya para raja dan ratu,dan semua para perjurit,meliahat para lalat yang telah berbaris dengan alat tempur seperti telah mengetehui mereka akan di basmi oleh ratu lebah,apakah engkau ingin membasmi rakayatku,ratu lebah yang sombong,jagah mulut mu wahai raja sampah ketika berbicara oleh sang ratu sahut raja capung,hahahaha kau masi saja belindung dibawa seranga-seranga yang mengangangab engkau muliyah ratu sombong,hahaaha degan tertawa raja menyindir ratu,tutup mulut mu raja lebah,sahut sang ratu debgan nada yang besar,dari mana engkau tahu kalau hari ini adalah hari pembinasan lalat,dari kejahuan terdegar suarah,saya yang memberi tahu ratu,raja nyamuk datang dengan para perjurit nyamuk,ada apa ini nyamuk kau menghianati kami,saya tidak menghinati kamu ratu,"saya hanyah melakukan kewjiban saya membatu teman saya"bukan kami adalah teman mu lihat kami sellalu menghargai kalia para seranga nyamuk,mengahargai ku ketika kalihan menghina lalat saya seperti terhinah juga saya seperti lalat tidak berguna,ketika kalian menghina lalat merusak pemandang saya seperti tersindir,ketikah kalian menghian lalat seranga tidak berguna di lembah danau bukanka saya tidak berguna jugah wahai ratu,dengan nada tinggi dan marah,baiklah raja nyamuk kalau itu keinginan kalian,laihat gerombolan pasukan seranga kami lebih banyak dari kallian dan engkau nyamuk akan kami basmi pula seperti para seranga lalat,ayo perajuri seranga serang mereka,sahut ratu,aghh agah ayo serang,sahut seluruh raja dan ratu serangga,ayo sereng mereka juga sahut raja nyamuk dan lalat.
Peperanggan pun di mulai,suarah desian pedang tameng sangat terdegar keras keributan dan suarah pekikan perjurit mulai terdegar ,peperangan yang menkutkan ini bagai kan badai pasir di gurun pasir,hutan pun mejadi gelap kerna matahari yang biasa menyinar hutan tertutup oleh peperangan ini,ini adalah perangan untuk merebut wibawa ratu dan raja lalat.
peperangan terjadi sangat lama hianga matahari pun terbenam ,tubuh dari perjurit lalat dan nyamuk yang gagah banyak terjatuh ke tanah,raja lalat dan nyamuk tampak berupayah dengan sangat kuat untuk merebut wibawa ini sekaligus melindunggi rakyat mereka,namu dengan pasukkan yang kalah banyak,mebuat kekalhan yang telak,ayoh berjuang perjurit ku kita pasti menang,dengan jumlah perjurit yang lama ke lamah berkurang dan tampak raja nyamuk berkata mundur,mundur perajurit kita telah kala,maaf kan saya raja lalat kami mundur,tapi raja nyamu kita masi bisa,tidak raja tidak,tidak kitah kalah dengan wajah yang menyerah dan pucat mundur pasukakan ku,para nyamuk pun mundur dan kabur tingalah raja dan perjurit yang menanti kematiahan nya,tangkap raja lalat dan para perajurit,baik ratu sahut perjurit seranggah yang mengepung semua kerjah lalat,raja lalat tidak bisa bicarah dan hanyah bisa terdiam dengan pedang di leher nya,sang ratu pun mendekat,kami tidak akn membunuh mu raja lalat berserta rakyat mu,tapi enkau harus pergi dari hutan lembah ini,degan wajah pucat dan gugub baiklah jika itu yang kau ingginkan ratu,pasukan mari kita mundur,tapi raja,cepat mundur,perjurit keluar pangeran dari bawa tanah,baik raja,perajurit pun menuju ke ke bawa tanah dan mengelurakan pangeran yang sedang di kurung kernah kesalahan,ketika pangeran ke luar pangeran pun meliah sekeling,penuh dengan perajurit lalat yang mati dan ayah yang sedang di tahan dengan pedang di leher nya,serontak pangeran marah,haaaa dengan suarah yang keras,seperti hari mau yang keluar dari kadang yang menemukan mangsa nya,pangeran pun menyerang dalam serangan itu 10 pasukan seranga mati oleh satu pangeran yaitu pangeran lalat dengan serangan itu,para pangeran dari pasukan seranga menahan dan meyerang pangeran lalat pangeran lalat pun di lumpuhkan oleh pangeran pangeran lain,hentikan anak ku,hentikan dengan suarah yang lantang,dengan sangat kesal pangeran terduduk deangan pangeran para yang menodong kan senjata pada pangeran lalat,kami mengaku kalah ratu,kami akan pergi dari lembah danau ini,semua todongan senjata pasukan lalat di hentikan,raja dan pangeran berserta perajurit dan rakyat pun pergi dari lembah danau,rakyat dan perajurit pun berjalan lurus ke depan sambil sedikit menoleh meninggal kan lembah danau dengan sedih dan tanggisan menigallkan kampung hallaman mereka sendiri,jangan ada melihat ke belakang sahut raja dengan lantang dengan wajah serius,pasukkan serangga pun tampak tersenyum melihat seranga lalat pergi dari lembah danau,hore kita menang,tak ada lagi sampah yang mengganggu pemandangan,sorak perjurit dengan suarah yang keras.
Malam puntibah di kerajahn lebah tapak sangat ramai dan juga tampak kehdiran raja dan ratu berserta pangeran berkumpul,di kerjahan lebah pesta pun berlangsung,hari ini kita telah menang dan malam ini kita akan merayakan kemengagan kita,hore hore sahut para pengunjung yang datang,saat pesta berlangsung tuan putri yang mengetahu bahwa kerajahan lalat telah di usir dari lembah danau,bertanya pada perajurit,hey perjurit sini kamu dari balik pintu kamarnya,iya tuan putri,bagai mana kedahan raja lalat pangeran dan rakyat nya,merek di keselamatan oleh ratu dengan mengusir mereka tuan putri dari lembah danau ini,bagaiman dengan pangeran lalat,begitu juga dengan pangeran lalat,tuan putri yang mendegar merasa sedih,tuan putri ,selama ikut peperangan baru pertama kali saya melihat seorang pangeran dengan gagah berani seperti harimau yang lapar satu minggu dan menumakan mangsa,pangera lalat sangat kuat dan hebat ketika dia keluar dari penjara tanah tempat hukuman nya,pangeran mebunuh 10 pasukan seranga dengan sekejab dia sunguh hebat bakan,butuh paranng gerang untuk menghiti kan nya,sunguh pangeran yang sangat perkasa,tuan puntri oun tersenyum mendegar nya,terimah kasi perjurit,baik tuan putri.wahai ratu di mana tuan putri kata para pangeran,degan pikiran agak panjang,perajurit pangil tuan putri kesini agar dia mengikuti pesta ini,baik ratu,tuan putri pun datang,wah wah kata para seranga yang lain,tuan putri mengeluarkan wajah yang masam dan tampah menhiraukan mereka para pangeran lalat,ada apa ratu kamu di sini saj menemmani para pangeran,baik ratu.
pesta pun berjalan dengan sangat meriha tapi ridak bagi tuam putri,hai tuan peutri mengapa engkau hanyah diam dan tidak mereka menari kata salah satu pengeran yang mengampirinya,tidak sayasedang tudak enak badan,ayo menari bersam saya,tidak saya tidak mau,baik lah tuan putri,pesta pun berakhir dan malam pun berlarut kerjahan pun guyur menjadi sepi dan tuhan putri pun tampak belum tidur di kamarnya tuan memandang lembah danau yang di sinar bulan.
Berhenti pasukkan seprti nyah malam ini akan hujan,kita akan mebuat tempat di sini,baik lah raja sahut para perjurit,dan bagi rakyat kita wanita dan anak anak di tolong terlebih dahulu baik raja,pangeran terduduk dan melamun terdiam,raja yang melihat pengeran pun menghampirinya,ada apa anak ku,tidak ayah,kau tahu kini siap mereka tahu ayah,dan kau tuhu mengapa aku melarang engkau berteman pada mereka,iyah ayah maaf kan saya ayah,sudah tidur lah anak ku,baik ayah.
Di bagian huatan yang sangat jahu dari lembah danau para perjurit lalat berserta rkayat nya mulai mebangum kerjahan mereka kembali,waktu pun berlalau di tempat mereka mulai bertemu oleh seranga seranga yang lain sangat senag menerimah dengan hati pasukkan lalat,bagi.mereka salama adah pasukak lalat sampah di tempat mereka mejadi bersi dan tidak ada sampah,di tempat ini seranga lalat di akui keberadahan nya,lambat lembah danau di terlupakan oleh raja,pangeran,perjaurit berserta rakayat nya.
"Inovel Writing contest----The next big name"