Hari pun berlalu,pertemanan tuan putri dan lebah pun semakin terikat,namu di pagi hari ratu memangil tuan putri,degan suara yang keras tidak seperti biasa nya,putri,putriputri ,bakan sehisi kerjahan pun terdiam dan gemetar para perjurit pun datang dan memangil tuan putri dikamar nya,tuan putri ,anda di pangil oleh ibunda ratu,mengapa ratu memangil saya tidak seperti biasah nya,perajurit hanyah terdiam .
Tuan putri pun nerjalan dengan cepat dan
menemuhi ratu,aa'dah aa'pa ratu dengan rasa yang takut,apa benar kemaren engkau berjalan dengan pangeran dari kalangan lalat,dengan suarah yang besar tidak seprti biash nya ratu bicara dengan tuan putri dengan suarah yang lantang,benar ibunda,apakh engkau tidak lihat siap lalat itu liahatlah mereka apa engkau inggin memalukan ibu mu dan para lebah yang lain,tidak ibu,saya tidak ingi memalukan ibu,merek itu sampah merek hidup di tempat sampah mereka memakan sampah apakau tidak meliahat semua serangga lain menjahu inyah,putri hanya terdiam tidak menjwab,lalu.perkatahan yang kasar keluar dari mulut ratu "mereka itu sampah tidak pantas berdampingan dengan kita,merahkah itu kotor tidak patas berada dengan kita" putri pun mulai berani menatap ibu nya,perkatahan apa yang ibu katakan padaku sehingga baru pertama kali saya mendengar
perktahan ini,ibu sellalu mengajar ku dengan baik,mengapa ibu begitu, banyak serangga lain yang mebuat onar di hutan seperti nyamuk tapi mengapa dengan lalat ibu sebegitu benci dengan nyah,dengan air mata berlinang tuan putri berlarian kek kamar nya,dan ratu hanya terdiam dan ingin menjawab namun hati sang ratu kala dengan perkatahan tuan putri.
Di sisi lain begitu jugah dengan pangeran,hai ayah ada apa ini semu ayah mengapa ayah sangat benci pada leba,mereka serangah yang baikkok (dengan tersenyum),ayah,diam kamu anak ku,apa yang engkau lakukan saya lebih mengetahui nya,dengan wajah seram raja yang mebuat takut pangeran dan para perjurit yang meliahat,kita telah di hina oleh serangga lain dan di jahu oleh mereka apakah engkau tidak sadar dengan semua itu,saya sangat menyadari nya ayah,lihat mereka "apakah engkau tidak marah dan benci pada mereka" ketika engkau hanyah mencari makan untuk rakyat mu,liahat wajah mereka apakah engkau,melihat senyuman mereka anak ku,katakan padaku apakah mereka tersenyum,tidak ayah,tapi ayah,diam pergi engkau dari sini,dengan hati yang kesal dan marah pangeran pun pergi.
Di kamar tuan putri menagis didekat jendela sambil mata melihat kearah danau, dari kejahuan sang putri melihat pangeran lalat yang sedang duduk di ranting daun disekitar danau degan melamun yang sangat panjang, tuan putri pun menuju ketempat pangeran secara diam-diam dan bersembunyi,ketika sampai tuan putri mengaget kan pangeran lalat,wah kamu tuan putri,dengan rasa kaget dan takut melirik kekiri dan ke kanan sedang apa,engkau di sini tuan putri,tuan putri pun tertawa,seharus nya saya yang bertanya padamu begitu pangeran pangeran pun tertawa,saya hari ini di pangil oleh ayah saya tidak seperti biasah nya,ayah saya memangil dengan kemarahan semarah nya wajah ayah saya sangat menakut kan bakan para perjurit pun terdiam sambil meneguk ludah mereka,keggahan ayah saya keluar bagaikan marah di medan perang,padahal ini masalah kecil,masalah apa pangeran,tidak,tidak hanyah masalah keluarga,tuan putri hanya tersenyum,mungkin masalah kita sama,saya hari ini di marah ibuda saya si ratu lebah,kebijaksanahan ibu saya telah ilang di dalam perktah hannya,perkatahan apa yang ibu mu bicarakan tuan putri,tuan putri hanyah diam.
Setelah berapa menit mereka saling diam,wah liahat tuan putri ikan di danau itu melompat,wah indah selali yah pangeran apakah para ikan di dalam danau sama seperti kita yah saling di bedah kan kata pangeran,hemm saya tidak tahu pangeran coba kamu masuk kedam air dan bicara pada mereka,hahahah,bagai mana mungkin tuan putri mati lah saya tuan putri hahahaa.
Kemarahan tadi pagi ,kekasalan di rumah
telah hilang di pikiran merekah,mereka asik tertawa bercanda lama kelamah pangeran manaruh perasahan pada tuan putri,hah apa yang saya pikirkan bodoh sekali aku ini,ai pangeran apa yang kamu pikiran ayo lihat ikan itu masi meloncat,wah indah nyah.
Tak di sangka raja lalat datang degan parah perejurit,hai putri lebah dari ratu yang sombong,ayah apa yang ayah lakukan disini,diam enkau pangeran,ini tuan putri yang kata nya teman mu itu,lihat lah dia anak ku apa enkau yakin dia orang baik,hemm mana mungkin penghuni utan akan baik pada kita,hahaha raja puntertawa,ai anak ku ayo pulang jangan sampai engkau di bohonggi oleh putri dari ratu sombong itu,tuan putri hanyah mendukkan kepala dan mengis.
Tak lah kemudian ratu pun tibah dengan sayab yang besar dan para perjurit nya hai kakek tua apa yang engkau lakukan pada anakku sehingga dia menanggis,anak anda saja yang lemah dengan perktahan saja dia menggis bagai mana ingin memimpin rakyat,raja berkata sambil tertawa,engkau masi tidak tahu diri sampah, kau masi menggangap diri mu berguna,dan engkau masi sombong ratu lebah yang paling baik hhahaha.
Suasana semakin membara seketika segerombolan lebah imenyerang,push sang pangeran menah itu semua dengan gagah berani hentika perjurit perjurit yang maju terpukul oleh pangeran,maafkan saya perjurit ayah lalat yang melihat hanyah terdiam diam dan pulang,suasan di dinau yang panas dan hampir terjadi perang,pun sunyi.
Sesampai di rumah pangeran lalat di kurung oleh ayahnya di ruang bawa tanah yang gelap agar pengeran mengerti bawa keluarga dan kaum lalat itu sangat penting dari orang yang pangeran cintah ya itu kaum lebah.
Begitu juga tuan putri mendapatkan hukam man oleh sang ratu dengan di kurung di dalam kamar sampai ratu izin kan keluar.
Di malam sang ratu mengumpulka para raja dan ratu semua seranga,raja kupu-kupu,raja nyamuk,capung dan lain nyah,malam itu sang ratu mengusul kan para raja untuk membasmi,kaum seranga lalat wahai para raja lalat telah banyak membuat kesalah di lembah danau ini mereka tidak tahu diri,iyah ratu merek itu hanyah merusak pemandangan saja kata ratu kupu-kupu apak itu betul capung iyah saya setuju ratu kupu- kupu,raja nyamuk pun berkata saya ikut saja anda sang ratu lebah,para raja dan ratu para serangga setuju untuk membasmi lalat .
"Innovel writing contest-----The Next Big Name"