Eps 1
Terasa hampa nan gelap gulita, sungguh tidak dapat melihat apapun diseluruh penjuru arah. Hanya satu yang ia pikir "Apakah aku benar-benar sudah mati?"
Tak yakin dan tak ingin menyerah, ia raba seluruh busana miliknya. "Ah, ini dia" Ditemukanlah sebuah korek api segera ia menyalakannya.
Namun ...
Gelap, masih tetap gelap. Tidak ada setitik cahaya apapun disana selain hanya mampu melihat lengan dan tubuhnya sendiri yang ia sinari dari cahaya korek api.
'Hei kamu ... kamu yang disana ...' Suara itu sangat lembut tetapi menggema, terdengar jelas suara seorang pria datang padanya secara tiba-tiba.
"Siapa itu, siapa itu!"
'Kamu yang disana ...'
"Tunjukan muka lo woi! b*****t!" kata u*****n ia luncurkan lambang menantang rasa ketakutan yang kini sangat menyelimuti kalbunya.
Tubuh berputar-putar mencari sosok seseorang yang terus menerus memanggilnya itu, hingga tampaklah wujud seorang pria tampak pucat pasi masih cukup muda, sekitar usia 23 tahun berdiri tepat dibelakangnya.
"Si-siapa lo?"
Pria itu senyum hingga tampaklah lesung pipit di bagian pipi kanannya, pria itu tidak menjawab pertanyaannya melainkan mengulur tangan secara perlahan ke arah dadanya kemudian berkata 'Aku ada disinimu, tolong jagalah dia untukku'
"Mak-maksud lo ... Si-siapa sebenarnya lo, dan ... dimana ini, kenapa gelap sekali! "
'Tolong kabulkanlah permintaanku' Hanya kalimat ini yang dijawab oleh pria itu. Sembari senyum dan meneteskan air mata.
Membuatnya diam dalam kebimbangan.
"Jagalah dia untukku ..." Pria itu mengulang kalimat serupa hingga air mata bukan lagi berwarna air mata, melainkan berubah merah menjadi darah!
Membuatnya terkejut, hingga lisan hanya mampu diam seribu bahasa. Lalu, pria itu perlahan mundur bagaikan mengambang hingga menghilang dari hadapan.
"Hei! Dimana Lo! Woi! Ini di mana? keluar loe woi!"
Tubuh masih berputar-putar didalam ruang kegelapan itu hingga membuatnya benar-benar bingung
'Tidakk!!! Please! Keluarkan gua dari sini pleaseee!!!'
Lantas, terasa sebuah sentuhan lembut di kedua bahunya, namun tiada sosok manusia yang terlihat didekat tubuhnya.
"Siapa itu, Siaapaaaaa!"
Cahaya korek api di tangannya kini padam sempurna, tinggalah kegelapan yang mencekam, terdengar suara-suara insan yang menggema di telinganya berulang-ulang menyebut namanya.
"Faz, Khefaz hei ... Khefaz ..."