Eps 7

711 Kata
Khefaz masih berdiam diri tetapi setidaknya dari kalimat penjelasan dari sang bunda prihal pendonor jantung, ia sudah cukup lega. Seharian ini telah keliling ke berbagai tempat membuat tubuhnya terasa lengket dari keringat yang mengering di kulit. Segera ia membersihkan diri, begitu usai duduk menyandar di atas kasur sembari membuka kembali buku Diary (Catatan 1000 bintang) Alih-alih membaca buku Diary layaknya membaca buku Novel guna pengantarnya tidur, tentunya Kali ini membacanya tidak lompat-lompat halaman seperti sebelumnya, melainkan asli dari halaman utama. Perlahan namun pasti, ia terenyuh kedalam tulisan, melihat tata bahasa dalam kalimat yang di rangkai pakai pena nampak kepribadian Zadav Yesaya cukup terbuka dan humoris. Namun ... "Eh ...?" Ia pun mulai membelak dan semakin fokus terhadap isi tulisan itu saat sampai di tengah-tengah. Kata-katanya mengarah pada kesedihan yang Zadav rasakan sewaktu SMA. "Dia Korban Bullying kah?" Semakin penasaran, lantas semakin membelalak begitu membaca tulisan selanjutnya (Tuhanku tidak tidur, Dia mengetahui apa yang terjadi padaku, dan yang ada di seluruh alam semesta.) Di akhir kalimat itu tertulis sebuah kata-kata di bagian paling bawah halaman (Semua ini hancur karena kamu, akanku ingat nama kamu selama hidupku ... Khefaz V.) Nama Khefaz didunia ini memang sangat banyak, tetapi entah mengapa Khefaz merasa ada terkaitan dengan dirinya apalagi belakang nama itu adalah V. Ya, filling Khefaz memang sebetulnya benar, Zadav saat hari pertama sekolah itu memang tidak mengenal siapa Khefaz, tetapi saat Khefaz sangat beringas memukulinya di suatu gudang kosong, mata Zadav melihat kebagian nama pengenal di baju Khefaz dengan inisial Khefaz V. Dia mengingat nama itu sepanjang waktu meski tidak pernah lagi bertemu. "Tidak mungkin ini aku! Tidak!" Khefaz semakin membelalak lalu menutup buku sejenak, coba mengingat siapa gerangan Zadav Yesaya ini. Apakah benar Khefaz V adalah Khefaz Vanderson--dirinya sendiri? Meski masih samar-samar tetapi bayangan saat dia memukuli siswa baru di SMA dulu terlintas di pikirannya, bahkan banyaknya siswa korban periksakan yang ia lakukan, seraut wajah Zadav benar-benar terlintas di pikiran (Karena Zadav korban yang paling parah) "TIDAK!!!!" Meski sudah ingat wajah Zadav di SMA yang pernah ia ludahi, ia pukuli, ia tampar dan yang lebih parahnya adalah menendang bagian kejantanan milik Zadav berulangkali sampai berdarah (maaf, maksudnya adalah sampai telurnya pecah. Itu yang membuat Zadav trauma sepanjang hidupnya karena masa depannya sebagai lelaki telah dihancurkan) Khefaz masih belum sepenuhnya yakin, akhirnya lanjut membaca halaman selanjutnya. Terlihat sangat jelas bahwa Khefaz V yang dimaksud adalah benar dirinya sendiri sesuai alur Detile yang Zadav tulis di halaman selanjutnya. "Tidak!!! ..." Mengalirlah deras air mata Khefaz saat ini sembari satu tangan memegang d**a, ia benar-benar menyesali atas perbuatannya sendiri, dan lebih parahnya lagi ia sekarang hidup di atas bayang-bayang organ jantung milik Zadav didalam tubuhnya sendiri. Tiga puluh menit ia meratapi penyesalan diri, kemudian terngiang tentang semua yang entah mengapa tiba-tiba ia lakukan disiang tadi (Mengunjungi kediaman Direktur yayasan dharma persada dan menandatangani surat perjanjian menjadi guru sukarelawan) Awalnya niat tujuan utama Khefaz hendak melamar menjadi guru sukarelawan di tempat Zadav mengajar selama 9 bulan itu hanyalah ingin menyelidiki lebih detile bagaimana kehidupan si pendonor jantungnya (Zadav) Tetapi setelah Semuanya ia ketahui, sekarang beralih bagaikan pribahasa "Bila Nasi sudah menjadi bubur" (Terlanjur merusak kehidupan orang lain di masa lalu yang tidak mungkin diperbaiki langsung pada orangnya, karena orangnya sudah meninggal) Lantas ... "Buatlah menjadi bubur yang nikmat" (Bayarlah selagi ada waktu dan juga jalan untuk melakukan tindakan baik perantara orang yang telah disakiti) Berlanjut membuka buku itu lagi yang menjelaskan dengan detile tentang bagaimana aktifitas Zadav disana dan segala keinginannya. Mulai dari sejak Zadav memulai hidup disana, Zadav menjelaskan akan makna kehidupan sesungguhnya. Khefaz terbayang dan membandingkan kehidupannya sendiri yang bergelimang harta tetapi selama ini harta berlimpah milik orangtuanya hanya dipakai untuk berfoya-foya, Balap liar, Party, pesta n*****a, miras dan segala hal buruk lainnya sampai akhirnya Tuhan menegurnya melalui Jantung yang rusak. Lantas ... Sekarang menetapkan tekad diri, tidak butuh hari esok apalagi lusa, beranjak mengemasi busana miliknya untuk segera berangkat kesana sekarang juga! Tak lupa semua aksesori berupa arloji berkualitas maupun benda-benda bernilai tinggi ia tinggalkan di atas nakas beserta sebuah sobekan kertas berisikan tulisan (Ma, Pa, tolong jangan mencariku ya Please .... Aku pasti akan kembali) Hanya keperluan mengajar, laptop, telephone ganggam, dompet yang isi didalamnya hanya kartu ATM, dan juga beberapa helai busana yang akan ia bawa menuju ke daerah terpencil itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN